-
Matthew Baker Sitorus, bek muda kelahiran Melbourne, perkuat Timnas Indonesia U-17.
-
Pemain Melbourne City ini memiliki darah Batak Medan dari garis keturunan ibunya.
-
Dia memilih Indonesia didorong rasa bangga dan tanggung jawab terhadap Tanah Air.
Fleksibilitasnya di lapangan juga diakui, karena ia mampu ditempatkan sebagai bek tengah atau bahkan sebagai gelandang bertahan bila dibutuhkan tim.
Di usianya yang masih belia, Matthew berhasil mengamankan kontrak profesional resmi bersama Melbourne City pada tahun 2025, suatu pencapaian yang tergolong langka bagi pemain seusia dirinya.
Kiprah Matthew Baker di Australia mulai menarik perhatian PSSI setelah tim scouting menemukan profil lengkapnya.
Setelah terjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga, Matthew Baker menegaskan kesiapannya untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17 melalui jalur keturunan.
Pilihan ini disambut positif, termasuk oleh Pelatih Timnas U-17 Bima Sakti, yang melihat Matthew membawa gaya bermain baru dan mentalitas disiplin khas dari Australia.
Dalam beberapa pertandingan uji coba skala internasional, kontribusi Matthew sangat signifikan, baik saat bertahan maupun ketika membantu serangan dari sektor kiri lapangan.
Proses adaptasinya bersama rekan-rekan setim berjalan cepat dan tanpa hambatan yang berarti.
Matthew Baker dapat berkomunikasi dengan baik serta memahami taktik yang diinstruksikan oleh staf pelatih dalam waktu singkat.
Ia dikenal oleh rekan-rekan satu tim sebagai figur yang tenang, mudah diajak bekerja sama, dan memiliki team spirit yang tinggi.
Baca Juga: Piala Dunia U-17: Pertarungan Kedua, Pendukung Skuat Garuda Jangan Terlalu Menuntut!
Sebagai seorang bek kiri modern, Matthew Baker sangat mengandalkan kombinasi antara kecepatan dan ketepatan dalam membaca situasi pertandingan.
Ia efektif dalam membantu serangan hingga ke lini depan, namun juga sigap untuk kembali ke posisi awal guna menutup ruang pergerakan lawan.
Kemampuan kontrol bolanya tergolong baik, umpan-umpan yang dilepaskannya memiliki akurasi tinggi, dan pemahaman posisinya sangat matang untuk usianya.
Di luar aspek teknis, karakter pekerja kerasnya menjadi salah satu nilai tambah yang menonjol di mata pelatih.
Pelatih dari Melbourne City maupun Timnas U-17 sepakat menilai bahwa Matthew memiliki mentalitas kuat dan selalu berusaha belajar dari setiap kesalahan di lapangan.
Meskipun besar di Australia, Matthew tidak pernah sekalipun melupakan akar keluarga ibunya yang berasal dari Medan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Naik, Malaysia Anjlok Drastis Usai Sanksi AFC
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Polemik Izin Kerja Memanas! Pihak Go Ahead Eagles Salahkan Dean James dan PSSI?
-
Maarten Paes Cs Gagal Kalahkan PSV, Oscar Garcia Sebut Ajax Kehilangan Jati Diri
-
Gagal Angkat Trofi Piala Liga Inggris, Mimpi Arsenal Juara Premier League Juga Terancam Hancur
-
Kepa Arrizabalaga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Manchester City
-
Pemain Timnas Indonesia yang Malas Wajib Was-was! Steven Vitoria Bongkar Sisi Keras John Herdman
-
Siapa Andrej Kostolansky? Pelatih Kiper Timnas Indonesia yang Bakal Dampingi John Herdman