-
Naturalisasi terhambat, Riedewald gabung Sheffield United di Liga Inggris.
-
Kendala administrasi buat Montnor batal membela Indonesia, kini ke Suriname.
-
PSSI wajib tingkatkan verifikasi ketat garis keturunan pemain diaspora.
Selain Riedewald, ada nama Mauresmo Hinoke, pemain sayap yang juga masuk radar pemantauan PSSI dari Belanda.
Kemampuan menyerang Hinoke dinilai sangat potensial untuk mengisi kekosongan di sektor sayap penyerangan Garuda.
PSSI menghentikan prosesnya sebab garis keturunan Hinoke dinilai tidak memenuhi syarat administratif dari federasi internasional.
Kegagalan ini tidak membuat karier Hinoke meredup, malah ia semakin bersinar di kompetisi Eerste Divisie.
Ia kini menjelma menjadi andalan utama di klub TOP Oss yang berlaga di kompetisi kasta kedua Liga Belanda.
Penampilan gemilangnya dibuktikan dengan torehan tiga gol dan satu asis yang dicatatkan sejauh musim ini berjalan.
Jaden Montnor, penyerang tengah bertalenta, mengalami nasib serupa karena terbentur syarat keturunan federasi internasional.
Dengan dihentikannya proses, Montnor harus rela menunda impiannya untuk mengenakan jersey Merah Putih di masa depan.
Kualitas Montnor tetap terbukti di Eropa, di mana ia menjadi ujung tombak andalan klub Aris Limassol.
Baca Juga: Indra Sjafri Panggil Ivar Jenner dan Mauro Zijlstra untuk TC Timnas Indonesia U-23
Montnor mencetak empat gol dan dua asis yang krusial untuk mempertahankan posisi timnya di papan atas Liga Siprus.
Montnor mengambil jalan lain di kancah internasional dengan mengalihkan fokus untuk membela tim nasional Suriname.
Ia memilih membela negara asal keluarganya yang kini tengah berjuang di babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Montnor berkesempatan besar tampil pada Piala Dunia 2026 jika Suriname sukses menembus babak kualifikasi zona CONCACAF.
Hal ini tentu menjadi ironi manis bagi sang pemain yang harus batal memperkuat skuad Garuda karena kendala administrasi.
Kisah mereka menjadi pengingat betapa rumitnya persyaratan silsilah dan administrasi dalam proses naturalisasi pemain.
Federasi perlu melakukan verifikasi yang lebih ketat di awal agar tidak membuang waktu dalam proses yang terhenti.
Ketelitian dalam memverifikasi garis keturunan wajib menjadi prioritas utama sebelum melangkah ke proses yang lebih lanjut.
Lolosnya Indonesia ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menandakan era kebangkitan sepak bola nasional.
Meski sukses, PSSI harus tetap berburu talenta terbaik di dunia untuk menjaga kualitas tim di level Asia.
Kolaborasi antara pemain lokal dan diaspora adalah kunci untuk menghadapi tantangan di babak kualifikasi selanjutnya.
Jairo Riedewald membuktikan penundaan naturalisasi tidak menghalangi kesempatan tampil di liga kasta tertinggi Eropa.
Pengalaman berlaga di kompetisi Eropa memberikan nilai jual yang tinggi serta pembelajaran berharga bagi setiap pemain.
Hinoke dan Montnor menunjukkan bahwa talenta mereka tetap diakui meski terkendala aturan administrasi PSSI.
Kans Montnor beraksi di ajang Piala Dunia adalah salah satu pencapaian puncak karier yang layak diapresiasi tinggi.
Federasi perlu belajar dari kasus-kasus ini agar dapat menyempurnakan proses rekrutmen pemain diaspora di masa mendatang.
Peningkatan kualitas Timnas Indonesia harus menjadi fokus berkelanjutan PSSI, tidak hanya melalui naturalisasi instan.
Modal keberhasilan menuju Piala Dunia ini harus dijaga dengan komitmen penuh terhadap kualitas dan integritas proses seleksi pemain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung