-
Winger Liga Yunani Luke Keet berjuang keras membuktikan diri di seleksi Timnas U-23.
-
Keet menjadikan Indonesia prioritas utama setelah terinspirasi perjuangan Timnas Senior.
-
Pemain diaspora ini mendapat dukungan rekan setim untuk adaptasi bahasa dan budaya Indonesia.
"Indonesia nomor satu, tidak ada yang lain," ucapnya.
Keputusan Luke Keet untuk menempatkan Indonesia sebagai pilihan utama tidak lepas dari rasa keterhubungan yang kembali terbangun dengan negara ini.
Ia mengaku telah lama tidak kembali ke Indonesia, namun sambutan hangat masyarakat dan perjuangan tim nasional senior telah memicu percikan inspirasi.
Perjalanan mengesankan Timnas Indonesia dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu faktor kunci yang memantapkan tekadnya.
"Sejujurnya, saya sudah lama tidak pulang ke sini," aku Luke mengenai lamanya ia absen dari Indonesia.
"Orang-orang di sini begitu hangat dan perjuangan tim nasional di Kualifikasi Piala Dunia menginspirasi saya. Hal seperti itu yang membuat saya terhubung dengan negara ini," jelas Luke.
Luke tidak sendiri dalam usahanya, karena ada dua pemain lain yang juga berstatus non-panggilan, yaitu Muhammad Mishbah dan Reycredo Beremanda.
Keduanya merupakan punggawa klub Agulias UMak yang berbasis di Filipina dan turut berpartisipasi dalam TC.
Satu kendala yang dihadapi oleh Luke Keet adalah terbatasnya kemampuan berbahasa Indonesia secara lisan, meskipun ia pernah mengenyam pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Indra Sjafri Coret Luke Xavier Keet Hari Ini?
Namun, ia secara aktif berusaha menguasai kembali bahasa ibu dengan bantuan rekan-rekan setim yang memiliki latar belakang diaspora atau naturalisasi.
Brandon Scheunemann menjadi salah satu figur yang berperan besar dalam membantu proses adaptasi bahasa Luke selama TC berlangsung.
"Brandon banyak membantu saya," ujar Luke mengapresiasi bantuan rekannya.
Selain Brandon, ada beberapa pemain naturalisasi yang turut memberikan dukungan kepadanya.
Mereka memberikan bantuan praktis, bahkan saat momen-momen santai seperti makan malam, untuk membantu Luke mempelajari hal-hal baru mengenai bahasa dan budaya Indonesia.
"Kemudian ada beberapa pemain naturalisasi yang membantu saya tentang beberapa hal ketika makan malam," tutup Luke.
Luke Keet kini berharap kesempatan emas untuk mengenakan seragam Merah Putih dapat segera terwujud melalui kerja keras dan dedikasinya selama masa training center.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Lewat Duel Sengit, Kudus Melaju ke Final Usai Taklukkan Surabaya
-
Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya