- Jake van Bronckhorst adalah putra Giovanni van Bronckhorst yang berdarah Indonesia.
- Lahir di London, besar di Barcelona, kini bermain di klub Belanda, DCV.
- Selain berkarier di sepak bola, ia juga bekerja di industri sport marketing.
Suara.com - Nama van Bronckhorst identik dengan Giovanni, sosok legendaris sepak bola Belanda yang pernah bersinar bersama Arsenal, Barcelona, dan Feyenoord. Namun kini, sorotan mulai tertuju pada sang anak, Jake van Bronckhorst, yang ternyata memiliki darah Indonesia dari garis keturunan ayahnya.
Berbeda dari sang legenda, Jake tak meniti karier di klub besar. Pemain berusia 24 tahun itu kini memperkuat DCV, tim asal kampung halamannya.
Ia sudah dua tahun berseragam klub tersebut setelah pindah dari SC Feyenoord, akademi yang membesarkan namanya sejak kecil.
Peralihan itu terjadi pada musim panas 2023, sesaat setelah tim SC Feyenoord U-23 dibubarkan.
Bagi Jake, langkah itu menjadi tantangan baru dalam kariernya.
Jejak dari London ke Barcelona
Jake lahir di London, tepat ketika Giovanni van Bronckhorst memperkuat Arsenal.
Namun masa kecilnya dihabiskan di Barcelona, kota yang lekat dengan karier sang ayah kala bermain untuk raksasa Spanyol itu.
“Saya masih ingat masa kecil di Barcelona, sekolah di sana, dan menonton ayah bermain di Camp Nou,” kenangnya.
Baca Juga: Daftar Pemain Keturunan Lama dan Baru di Timnas Indonesia U-22 untuk Lawan Mali dan SEA Games 2025
Rambah Dunia Sport Marketing
Tak hanya aktif di lapangan, Jake juga menekuni jalur karier lain.
Setelah menamatkan studi Sportmarketing & Management di jenjang HBO, ia bergabung dengan Players United, agensi yang mengelola kerja sama komersial pesepak bola profesional.
“Saya bagian dari tim yang mengelola kerja sama komersial pemain. Pekerjaan ini seru dan membuka banyak wawasan tentang industri sepak bola modern,” ujarnya.
Kombinasi latar pendidikan, pengalaman di lapangan, serta darah sepak bola dari Giovanni membuat Jake punya fondasi kuat untuk berkembang.
Bila kelak proses naturalisasi memungkinkan, bukan tidak mungkin publik akan melihat nama van Bronckhorst kembali menghiasi sepak bola internasional — kali ini lewat seragam merah putih.
Berita Terkait
-
Pemain Keturunan Islandia Bicara Adopsi dan Akui Punya Ibu Asli Jakarta
-
Statistik Mentereng Mauresmo Hinoke, Pemain Keturunan Indonesia yang Batal Bela Garuda
-
Pemain Keturunan Surabaya Dibuat Kecewa Belanda, Tak Sabar Bela Timnas
-
Sudah Lupakan Saja, 2 Calon Resmi Tak Bisa Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana