- Timur Kapadze menjadi kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia setelah mundur sebagai asisten pelatih Uzbekistan.
- Kapadze menarik perhatian karena sukses membawa Uzbekistan lolos Piala Dunia 2026 tanpa menelan satu kekalahan pun.
- Selain Indonesia, tujuh klub Kazakhstan dan klub dari Cina serta Turki juga dikabarkan sedang meminati Kapadze.
Suara.com - Timur Kapadze kembali menjadi perbincangan hangat setelah masuk bursa calon pelatih Timnas Indonesia.
Keputusannya mundur dari posisi asisten pelatih Uzbekistan memicu banyak spekulasi baru terkait masa depannya.
Prestasinya bersama White Wolves membuat namanya langsung mencuri perhatian publik Indonesia.
Kapadze sebelumnya sukses membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya ditunjuk sebagai asisten Fabio Cannavaro.
Namun sebelum proyek tersebut berjalan penuh, ia memilih pergi dan langkah itu membuka peluang baru, termasuk menuju kursi pelatih Garuda.
Publik Indonesia pun menyambut kabar ini dengan antusias, terlebih Timnas Indonesia sedang kosong setelah Patrick Kluivert lengser.
Meski begitu, Timnas Indonesia ternyata tidak sendiri dalam memburu jasanya.
Kapadze juga diincar sejumlah klub dari Liga Kazakhstan yang tengah mencari pelatih baru.
Media Championat Asia menyebut ada tujuh klub Kazakhstan yang tidak memiliki pelatih kepala dan memantau Kapadze.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Gol Rizky Ridho Masuk FIFA Puskas Award 2025
Sebelumnya, ia juga sempat masuk radar klub Cina dan Turki yang menaruh minat terhadapnya.
Kapadze sendiri tidak menutup kemungkinan untuk menangani Timnas Indonesia.
Ia bahkan mengaku siap bekerja segera jika benar-benar dipercaya memimpin skuad Garuda.
Dalam wawancara dengan UzA, ia menegaskan dirinya sedang bebas dan menunggu tawaran terbaik.
Hal itu memperkuat rumor bahwa PSSI menjadikannya kandidat utama pelatih baru Timnas Indonesia.
Pengalaman internasionalnya menjadi nilai tambah, apalagi ia membawa Uzbekistan tampil tanpa kekalahan.
Di bawah komandonya, White Wolves mencatat lima kemenangan dan tiga imbang dari delapan laga.
Total 13 gol berhasil diciptakan timnya, sementara hanya lima kali kebobolan.
Dengan rata-rata 2,25 poin per laga, performa Uzbekistan berada di jalur positif.
Kapadze juga dikenal mampu membangun hubungan erat dengan pemain dan memberi ruang bagi talenta muda.
Kini Timnas Indonesia harus bergerak cepat sebelum klub-klub Kazakhstan memenangkan perburuan pelatih 44 tahun tersebut.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Israr Megantara Ingin Main di Luar Negeri, Klub Spanyol Burela FS Berminat
-
Eks Pelatih Juventus Resmi Tangani Tottenham, Debut Langsung Lawan Arsenal
-
Leon Goretzka Semringah Bisa Cetak Gol Lagi untuk Bayern Munich
-
Panas! Pep Guardiola Kirim Psywar ke Mikel Arteta, Jangan Terlalu Santai
-
John Herdman Sebut Harapan Besar Fans Timnas Indonesia Bisa Jadi Berkah Sekaligus Kutukan Mengerikan
-
Paul Munster Minta Maaf usai Kalahkan Persebaya Surabaya
-
Umuh Muchtar Optimis Persib Bisa Bantai Ratchaburi Lebih dari 3 Gol di Bandung Nanti
-
Persebaya Surabaya Tumbang dari Bhayangkara, Bernardo Tavares Ungkap Penyebabnya
-
Jadwal Siaran Langsung Bali United vs Persija, Pertarungan Sengit Dua Tim Terluka di Gianyar
-
Kalah dari Inter Milan, Direktur Juventus Kritik Keras Wasit dan VAR