- Antusias 1.918 siswi menunjukkan perkembangan signifikan sepak bola putri di Malang.
- Timo Scheunemann menegaskan pentingnya latihan serius dan pembinaan berkelanjutan.
- MI Al Ihsan dan SDN Mojorejo 01 tetap tampil sebagai juara seri perdana turnamen.
Suara.com - Gelombang minat terhadap sepak bola putri di Malang kian terasa kuat. Hal tersebut terlihat jelas dari membludaknya peserta MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 1 2025–2026, gelaran perdana yang langsung mencatatkan 1.918 siswi dari 120 sekolah.
Tingginya animo ini menjadi sinyal bahwa kota yang selama ini dikenal dengan kultur sepak bola kuat tersebut mulai menumbuhkan ekosistem baru: sepak bola putri yang serius, terstruktur, dan kompetitif.
Puncak turnamen yang berlangsung di Stadion Gajayana pada Minggu (16/11) menjadi gambaran paling nyata. Tribun penuh sorakan, partai final berjalan ketat, dan para pemain tampil tanpa canggung.
MI Al Ihsan (KU 10) serta SDN Mojorejo 01 (KU 12) pada akhirnya keluar sebagai juara, namun yang lebih mencuri perhatian adalah kualitas permainan para siswi yang terus meningkat.
Pesan Penting Timo Scheunemann: Potensi Besar, Butuh Latihan Serius
Di balik euforia tersebut, Head Coach MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Timo Scheunemann, memberikan catatan penting soal masa depan sepak bola putri Malang.
Ia menilai kota ini memiliki modal besar—budaya sepak bola, minat tinggi, serta dukungan sekolah—namun semua itu tidak akan cukup tanpa peningkatan kualitas latihan.
“Sebagai orang Malang, saya senang akhirnya MilkLife Soccer Challenge sampai juga di kota ini. Harapan saya, para peserta dan sekolah bisa lebih serius dan konsisten berlatih karena ini adalah kompetisi yang prestisius. Sekolah harus aktif, tidak hanya menggelar latihan rutin kalau perlu mendatangkan pelatih bola yang bisa mempertajam kemampuan para peserta. Sehingga di Seri 2 nanti kita dapat melihat aksi-aksi terbaik mereka di lapangan hijau,” kata Timo.
Pesan tersebut terasa relevan melihat bagaimana banyak pemain muda tampil menonjol di turnamen ini.
Baca Juga: Pelatih Timnas Putri U-16 Puji Kualitas Bibit Sepak Bola Putri di Bekasi
Salah satunya adalah Nagista Maulidina Bilqina Bilqis, bintang MI Al Ihsan yang mencetak quattrick di final dan mengakhiri turnamen sebagai top skor dengan 34 gol. Dukungan keluarga dan kebiasaan berlatih rutin membuatnya berkembang pesat.
“Saya melihat bakat dan keinginan Nagista bermain bola, sebagai orangtua tugas kami memberi dukungan dengan memasukkan ke SSB serta membantu latihan mandiri di rumah. Hasilnya dia tampil cukup baik di lapangan," kata Abdullah, ayah Nagista Maulidina.
Talenta lain juga bermunculan, termasuk para pemain dari SDN 3 Pandanlandung, SDN Mojorejo 01, hingga SDN Ngaglik 01. Semakin banyaknya sekolah yang aktif membina siswinya menjadi indikator bahwa ruang kompetisi kian terbuka.
Wali Kota Malang: Sepak Bola Putri Harus Terus Difasilitasi
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut menyaksikan final, menegaskan bahwa sepak bola putri sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas olahraga di kota ini.
“Malang dan sepakbola adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tingginya jumlah peserta merupakan bukti bahwa sepakbola di Malang juga digemari oleh kalangan putri," kata Wahyu Hidayat.
"Kehadiran MilkLife Soccer Challenge di kota ini telah memfasilitasi keinginan para pelajar putri serius menggeluti olahraga ini. Saya berharap MilkLife Soccer Challenge bisa menjadi salah satu indikator dan parameter sepakbola putri,” ujarnya.
Sementara itu, Welly Arisanto, Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, melihat antusias besar ini sebagai fondasi pembinaan jangka panjang.
“Muara dari penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di 10 kota ialah lahirnya pesepakbola putri berbakat yang akan bertanding di MilkLife Soccer Challenge All Stars, pertengahan tahun nanti di Kudus, Jawa Tengah<" ujar Welly Arisanto.
"Dengan tradisi dan kecintaan masyarakat terhadap sepakbola yang sangat kuat, kami yakin Malang memiliki potensi menjadi ‘kuda hitam’ saat melawan tim-tim dari kota lain di All Stars nanti,” ujarnya.
Ringkasan Final: Dua Juara Baru Lahir
Meski fokus turnamen mengarah pada geliat pembinaan, laga final tetap menghadirkan drama penting.
MI Al Ihsan tampil dominan dan mengalahkan SDN Sawojajar 5 dengan skor 4–0 di KU 10 berkat empat gol Nagista.
Di KU 12, SDN Mojorejo 01 menang tipis 1–0 melalui penalti Aprilia Putri Kristiantoni untuk menuntaskan perlawanan SDN 3 Pandanlandung.
Kedua partai final menegaskan bahwa bibit-bibit pemain putri dari Malang telah siap bersaing di level lebih tinggi.
Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 1 2025–2026
Kategori Usia 10
- Champion: MI Al Ihsan
- Runner-up: SDN Sawojajar 5
- Semifinalis: SDN Punten 01 dan SD Insan Amanah C
- Top Scorer: Nagista Maulidina Bilqina Bilqis – MI Al Ihsan (34 gol)
- Best Player: Syakila Naura Putri – SDN Sawojajar 6
- Best Goalkeeper: Safanah Sabila Afandia – SDN Sawojajar 6
- Fairplay Team: SDN Punten 01
Kategori Usia 12
- Champion: SDN Mojorejo 01
- Runner-up: SDN 3 Pandanlandung
- Semifinalis: SDN Bandungrejosari 4 dan MI Raudlatul Mutaa’Alimin
- Top Scorer: Fatina Zahra Almaira – SDN Ngaglik 01 (17 gol)
- Best Player: Aisyah Alya Putri Ramadhani – SDN 3 Pandanglandung
- Best Goalkeeper: Aira Firdayanti – SDN 3 Pandanglandung
- Fairplay Team: SDN Kasin
Berita Terkait
-
Wonderkid FC Utrecht Ingin Bantu Sepak Bola Indonesia, Bisa Bela Timnas Garuda
-
Malaysia Protes Hasil Drawing Timnas Indonesia di SEA Games 2025, Kenapa?
-
Pelatih Malaysia Iri Melihat Hasil Undian Timnas Indonesia di SEA Games 2025
-
Talenta Muda Bermunculan di MLSC 2025, Ekosistem Sepak Bola Putri Yogya Tuai Pujian
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Cetak 3 Gol Beruntun di Eredivisie, Pemain Keturunan Indonesia Layak Dilirik John Herdman
-
Bahaya Banget! Calon Lawan Indonesia di FIFA Series 2026 Tunjuk Pelatih Baru Super Pengalaman
-
Ole Romeny dan Elkan Baggott Kena Apes di Piala FA
-
2 Fakta Menarik Debut Mauro Zijlstra Bareng Persija Jakarta
-
Pelatih Persija Sebut Mauro Zijlstra Belum Maksimal Saat Debut Kontra Bali United, Apa Masalahnya?
-
Peluang Timnas Indonesia U-23 Ikut Asian Games 2026 Usai Australia Dipastikan Tidak Bisa Ikut
-
2 Pemain Timnas Indonesia Alami Nasib Serupa Tersingkir dari Piala FA
-
Mauro Zijlstra Terpana Atmosfer Jakmania Usai Debut Perdana Persija Jakarta Menang Lawan Bali United
-
Rekor Penyelamatan Emil Audero Belum Cukup Tumbangkan Nilai Sempurna 10 Milik Kiper Genoa
-
Kaget Ada John Herdman, Andik Vermansah: Wah Lihat Siapa Ini? Tidak Mungkin Saya