- The Athletic menyindir Indonesia sebagai “bangsa besar” dengan prestasi sepak bola minim.
- Infrastruktur dan pembinaan dinilai menjadi akar lemahnya produksi pemain top.
- Ketergantungan pada pemain diaspora disebut hanya solusi jangka pendek.
Suara.com - Keberhasilan negara-negara kecil lolos ke Piala Dunia 2026 ternyata memunculkan pertanyaan lain: bagaimana mungkin Timnas Indonesia, yang jauh lebih besar baik dari sisi populasi maupun fanbase sepak bola, kembali gagal menembus putaran final?
Pertanyaan itu menjadi pembuka analisis The Athletic, media asal Amerika Serikat, yang menempatkan Timnas Indonesia sebagai salah satu contoh paling mencolok dari ketimpangan antara potensi dan pencapaian.
Media tersebut tidak langsung menyinggung soal hasil kualifikasi.
Mereka justru memulai dengan gambaran tentang besarnya Indonesia—lebih dari 285 juta penduduk, olahraga paling populer adalah sepak bola, minat publik luar biasa—namun semuanya belum pernah terbayar melalui satu pun penampilan di Piala Dunia sebagai negara merdeka.
Penampilan terakhir hanya terjadi pada 1938, ketika tim ini masih berlaga dengan nama Hindia Belanda.
Setelah itu, The Athletic beralih membandingkan kondisi Timnas Indonesia dengan Cape Verde, negara kecil berpenduduk sekitar 525 ribu jiwa yang lolos ke Piala Dunia 2026.
Perbandingan ekstrem seperti ini digunakan untuk menggarisbawahi bahwa ukuran populasi tidak otomatis menghasilkan prestasi.
Alih-alih menyalahkan faktor teknis seperti performa di lapangan, analisis The Athletic lebih menyoroti akar persoalan yang diyakini menghambat Timnas Indonesia selama puluhan tahun.
Infrastruktur latihan yang tidak merata, minimnya fasilitas modern, hingga pembinaan usia dini yang tertinggal jauh dari standar internasional disebut sebagai titik lemah yang tidak kunjung dibenahi.
Baca Juga: Statistik Luar Biasa Bruno Fernandes Usai Portugal Pesta Gol 9-1, Tanpa Ronaldo Bukan Masalah
“Negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia ini kesulitan menghasilkan pemain sepak bola papan atas karena kurangnya infrastruktur,” tulis The Athletic, dikutip Senin (17/11/2025).
Karena fondasi tersebut dianggap rapuh, Timnas Indonesia disebut terpaksa mencari alternatif lain untuk mengangkat kualitas skuad.
Salah satunya adalah mengandalkan pemain diaspora. The Athletic menyoroti bagaimana federasi memanfaatkan besarnya jumlah warga negara Indonesia di luar negeri—lebih dari 2,2 juta orang, dengan sekitar 1,7 juta tinggal di Belanda—untuk membangun kembali kekuatan Timnas.
Strategi itu terlihat jelas dalam komposisi pemain yang dipanggil pada FIFA Matchday Oktober lalu.
Dari 23 pemain, 15 lahir di Belanda, sementara sisanya lahir di Belgia, Spanyol, dan Finlandia.
Kombinasi ini membantu Indonesia meraih beberapa hasil signifikan, mulai dari lolos ke fase gugur Piala Asia 2023 hingga mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
BRI Super League: Borneo FC Waspadai Kebangkitan Madura United
-
Peran Krusial Ajax Selamatkan Maarten Paes dari Jerat Sanksi KNVB
-
Ivar Jenner Blak-blakan: Belum Puas Hanya Jadi Pemanis Bangku Cadangan Dewa United
-
Thom Haye Puji Beckham dan Eliano Reijnders Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia
-
Nasib Ranking FIFA Negara ASEAN, Timnas Indonesia Masih di Bawah Tetangga
-
Etos Kerja Lionel Messi Dibawa ke Persija Jakarta
-
Rapor Mengkilap Kapten Garuda, Media Italia Puji Aksi Jay Idzes di FIFA Series 2026
-
Bintang Persib Eliano Reijnders Dikabarkan Masuk Radar Klub Liga Azerbaijan
-
Tanpa Dua Motor Serangan, Bhayangkara FC Hadapi Persija dalam Kondisi Pincang
-
Frans Putros Terharu, Ucap Terima Kasih ke Persib dan Bobotoh Usai Irak Lolos Piala Dunia 2026