- Han Willhoft-King memilih pensiun dini dari sepak bola karena kehilangan rasa menikmati permainan
- Gabriel Han menyadari bahwa jalur profesional tidak memberikan kebahagiaan maupun masa depan yang ia inginkan.
- Didorong latar keluarga akademis dan nilai pendidikan yang tinggi, Willhoft-King memutuskan fokus pada masa depan jangka panjang
Suara.com - Pemain keturunan Indonesia, Gabriel Han Willhoft-King pernah digadang sebagai salah satu gelandang bertahan paling menjanjikan di Inggris.
Ia pernah membela tim muda Tottenham Hotspur, merasakan sentuhan langsung Yaya Toure, bahkan berlatih bersama bintang-bintang Manchester City seperti Erling Haaland dan Kevin De Bruyne di bawah arahan Pep Guardiola.
Namun, di usia baru 19 tahun, Willhoft-King mengambil keputusan mengejutkan, pensiun dini dan melanjutkan hidup dengan menjadi mahasiswa di Universitas Oxford.
Dalam wawancara bersama The Guardian, Willhoft-King mengungkapkan alasannya gantung sepatu pada usia yang sangat muda.
"Aku tidak menikmatinya. Entah kenapa, mungkin karena lingkungannya. Aku juga mudah bosan. Latihan, pulang, dan tidak melakukan apa pun. Jika dibanding sekarang, aku justru kesulitan mencari waktu luang." ungkap pemain keturunan Indonesia itu.
Keputusan itu tidak datang tiba-tiba. Serangkaian cedera sejak 2022 membuatnya kehilangan ritme dan kebahagiaan bermain sepak bola.
Ia bahkan menyebut periode tersebut sebagai masa yang suram.
Willhoft-King berkembang di akademi Tottenham sejak usia enam tahun hingga akhirnya menarik perhatian Manchester City.
Ia sempat dilatih Antonio Conte, main untuk Timnas Inggris U-16, bahkan menerima tawaran beasiswa dari UCLA dan Harvard sebelum City datang membujuknya kembali ke Inggris.
Baca Juga: Kontrak Akan Berakhir, Adrian Wibowo Bakal Lanjutkan Karier di Mana?
Namun kesempatan emas itu justru membuktikan bahwa dunia sepak bola profesional tidak sesuai dengan jiwanya.
Ia bercerita bahwa latihan bersama bintang-bintang City justru membuatnya jenuh.
"Latihan dengan tim utama jadi sesuatu yang aneh, tidak ada yang menantikannya. Kamu hanya mengejar bola tanpa henti. Menekan pemain seperti De Bruyne atau Foden mustahil. Kamu tidak bisa mendekat. Lama-lama rasa kagum itu hilang."
Didukung latar keluarga akademis, ayahnya mantan profesor filsafat dan ibunya seorang arsitek, Willhoft-King akhirnya memilih jalur pendidikan.
Ia diterima di Oxford untuk studi hukum setelah mencatat nilai-nilai akademis yang mengesankan.
Sang mantan wonderkid menegaskan bahwa sepak bola tidak memberi masa depan yang ia inginkan:
"Jika aku bertahan dan bermain di League One atau Championship, ya, uangnya besar. Tapi apakah aku akan menikmatinya? Karier paling lama cuma 10–15 tahun. Setelah itu apa? Kuliah memberiku platform untuk masa depan jangka panjang."
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Kontrak Akan Berakhir, Adrian Wibowo Bakal Lanjutkan Karier di Mana?
-
Bersinar di Piala Dunia U-17, Winger Manchester City Ternyata Pemain Keturunan
-
Pemain Keturunan Indonesia Berbandrol Rp1,3 T Jagokan AC Milan Raih Scudetto
-
James de Vos Wonderkid FC Utrecht, Pemain Keturunan Semarang Paket Komplet
-
Catatan Gila Charly van Oosterhout, Pemain Keturunan Indonesia di Ajax: 28 Laga 19 Gol
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tottenham Pilih Igor Tudor karena Ditolak Pelatih Palmeiras?
-
James Trafford Kecewa Minim Jam Bermain di Manchester City
-
Media Malaysia: Erick Thohir Dalang Harimau Malaya Diadukan ke FIFA
-
John Herdman Fokus Timnas Senior Usai Garuda Muda Absen di Asian Games 2026
-
Reno Salampessy Memukau, Anak Legenda Persipura Bisa Dilirik John Herdman
-
Cerita Pemain Keturunan Indonesia Demiane Agustien Ditendang Declan Rice saat Coba Lakukan Nutmeg
-
Eks Sport Masseur Man United Ungkap Perubahan Sikap Marcus Rashford
-
Nasib Tragis Pemain Keturunan Indonesia di Belanda, Orang Maluku: Ale Rasa Beta Rasa
-
Pemain Keturunan Ini Gacor di Timnas Norwegia U-20, Masih Eligible Dinaturalisasi John Herdman
-
2 Pemain St Kitts and Nevis Jebolan Premier League, Timnas Indonesia Harus Waspada