-
Curacao memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.
-
Perjalanan tim dimulai dari CVV Republic tahun 1909.
-
Advocaat melanjutkan sukses era Kluivert dan Bicentini.
Suara.com - Negara kepulauan kecil di Karibia, Curacao, baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola mereka.
Pencapaian bersejarah ini diraih setelah tim nasional mereka berhasil memastikan diri lolos ke gelaran akbar Piala Dunia 2026.
Tiket menuju kompetisi internasional paling bergengsi itu diamankan setelah Curacao bermain imbang tanpa gol, 0-0, saat berhadapan dengan Jamaika.
Perjalanan tim nasional Curacao menuju momen puncak ini adalah sebuah kisah penuh liku dan perkembangan signifikan.
Sepak bola di Curacao sendiri telah memiliki fondasi yang kuat sejak lama, meski awalnya hanya berawal di sebuah pulau dengan populasi sekitar 25.000 jiwa di awal abad ke-20.
Cikal bakal klub sepak bola di Curacao dimulai dengan berdirinya CVV Republic pada tahun 1909, jauh sebelum adanya lapangan sepak bola yang layak.
Pertandingan perdana dicatat berlangsung di area taman Gereja Santa Familia, berhadapan dengan tim Marinir Belanda.
Para biarawan yang juga berprofesi sebagai guru sekolah memainkan peran penting dalam menyediakan lahan untuk tempat bermain dengan membersihkan area tersebut.
Federasi sepak bola Curacao resmi dibentuk pada tahun 1921, yang segera mengadakan kejuaraan lokal pertama dengan delapan klub yang berpartisipasi.
Baca Juga: Momen Timnas Indonesia 2 Kali Hajar Curacao, Tim yang Kini Lolos ke Piala Dunia 2026
Lima tahun setelah berdirinya federasi, tim nasional Curacao mulai melakukan tur tandang ke Haiti dan sukses mengalahkan Haiti serta Republik Dominika.
Pengakuan internasional semakin kuat ketika CVB secara resmi bergabung dengan FIFA pada tahun 1932, yang membuka kesempatan untuk rutin bertanding dengan negara-negara tetangga.
Prestasi tingkat internasional pertama Curacao tercatat pada tahun 1941 saat mereka menduduki posisi ketiga dalam Kejuaraan CONCACAF perdana di San José, Costa Rica.
Pada tahun 1946, CVB merayakan ulang tahun ke-25 dengan mengadakan turnamen internasional, di mana mereka secara mengejutkan berhasil menaklukkan tim kuat Belanda, Feyenoord, dengan skor telak 4-0.
Perkembangan di tingkat regional terus berlanjut, dan pada tahun 1950, tim nasional Curacao meraih medali emas di ajang Central American and Caribbean Games, yang setara dengan SEA Games bagi kawasan tersebut.
Masa penting bagi sepak bola Curacao terjadi pada tahun 2015 dengan penunjukan Patrick Kluivert sebagai manajer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya
-
Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim
-
Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus
-
Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif
-
Review Serial Reacher Season 2: Drama Kriminal Penuh Adrenalin dan Taktik!
-
Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1
-
Maba Wajib Tahu! 5 Tata Krama Biar Nggak Kena Culture Shock di Jogja
-
Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton
-
DPR Dukung Aturan Baru MA: Putusan Bebas Tidak Boleh Kasasi Lagi
-
Bukan Cuma WNA, Menkum Tegaskan Diaspora Prioritas di Aturan Kewarganegaraan Ganda Terbatas