- FC Twente dan Mees Hilgers kembali membuka peluang rekonsiliasi setelah hubungan kedua pihak merenggang
- Konflik bermula dari keinginan Hilgers untuk hengkang serta kegagalan negosiasi kontrak
- Manajemen Twente menegaskan bahwa keputusan mereka didasari konteks hubungan panjang dan komunikasi
Suara.com - Konflik berkepanjangan antara bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers dengan FC Twente memasuki babak baru.
Setelah berbulan-bulan hubungan kedua pihak merenggang, manajemen klub kini membuka peluang rekonsiliasi, terutama setelah sang bek mengalami cedera lutut serius yang membuatnya harus absen setidaknya sembilan bulan.
Hilgers sebelumnya ingin hengkang pada bursa transfer musim panas lalu, namun ia gagal menemukan klub yang cocok.
Di sisi lain, FC Twente telah mengantisipasi kepergiannya dengan merekrut Stav Lemkin sebagai pengganti langsung.
Menjelang penutupan bursa, direktur teknik Jan Streuer menegaskan bahwa Hilgers tetap bisa bermain untuk Twente, asalkan ia bersedia memperpanjang kontraknya yang habis pada 1 Juli 2026.
Klub tak ingin kehilangan pemain yang telah dibina selama 14 tahun itu secara gratis.
Namun negosiasi tak menemui titik temu. Situasi semakin rumit ketika Hilgers mengalami cedera ACL dan harus menepi hampir satu tahun.
Dengan kondisi itu, peluang Hilgers menemukan klub baru secara gratis pada akhir musim semakin tipis.
Direktur umum Dominique Scholten menolak anggapan bahwa Twente bermain keras terhadap sang pemain.
Baca Juga: Kata-kata Daffa Fasya Usai Mentereng di Bawah Mistar Gawang Timnas Indonesia U-22 Saat Lawan Mali
Ia mencontohkan kasus Gijs Smal yang dilepas secara gratis ke Feyenoord tanpa drama.
Menurutnya, konteks hubungan dan komunikasi menjadi faktor penting dalam kasus Hilgers.
“Ini soal keseluruhan cerita dan konteks. Ada hubungan 14 tahun. Pada perpanjangan terakhir, kami memberi konsesi dengan memasukkan klausul transfer terbatas,"
"Pada Mei, kami diberi tahu bahwa agennya sedang mencari klub baru. Kami harus segera bergerak mencari pengganti,” ujar Scholten kepada Voetbal International.
Ia menjelaskan bahwa Twente sudah menginvestasikan banyak waktu dan sumber daya, termasuk mendatangkan Lemkin dan Robin Propper serta mempromosikan talenta akademi seperti Max Bruns dan Ruud Nijstad.
Menurutnya, semua kesepakatan antara klub dan kubu Hilgers sudah sangat jelas.
Berita Terkait
-
Kata-kata Daffa Fasya Usai Mentereng di Bawah Mistar Gawang Timnas Indonesia U-22 Saat Lawan Mali
-
Ivar Jenner Pastikan Timnas Indonesia U-22 Naik Kelas
-
Ivar Jenner Pastikan Hengkang dari Jong Utrecht, Gabung Persib?
-
Ivar Jenner Pasang Badan untuk Indra Sjafri, Kenapa?
-
Walau Kandas dari Indonesia, 2 Negara ini Justru Lolos ke Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau