- Ronny Pasla dikabarkan meninggal dunia pada Senin (24/11/2025).
- Ia pernah menepis penalti Pele saat Timnas Indonesia menghadapi Brasil pada 1972.
- Kariernya melintasi tenis, PSMS Medan, Timnas, hingga kembali menjadi pelatih tenis.
Ronny melakukan lompatan refleks sempurna dan menggagalkan tendangan sang legenda.
Meski Timnas Indonesia akhirnya takluk 1-2, aksi heroik tersebut membuat Ronny dielu-elukan publik dan membuat media menjulukinya sebagai “Macan Tutul dari Medan”.
Dua tahun berselang, pada 1974, Ronny dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Indonesia.
Namun perjalanan kariernya tidak seluruhnya mulus. Ia sempat terseret kasus suap yang mencoreng namanya dan hampir mengakhiri kariernya dengan pahit.
Setelah pensiun pada usia 40 tahun, Ronny memilih kembali ke dunia yang dulu membesarkannya: tenis.
Ia membuka sekolah tenis di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, dan melatih banyak atlet muda.
Di sanalah ia menghabiskan sebagian besar masa tuanya sebagai pembina olahraga.
Kini, sang legenda telah pergi. Meski perjalanan hidupnya tak selalu lurus, sejarah tetap mencatat Ronny Pasla sebagai salah satu penjaga gawang terbaik Indonesia—seorang kiper yang pernah membuat Pele pun tak kuasa menaklukkan gawangnya.
Baca Juga: Bola Panas Pelatih Timnas Indonesia! Exco PSSI Wajib Dilibatkan Dalam Pemilihan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik