- Thom Haye menyayangkan munculnya banyak pihak tidak relevan yang bersuara pasca kegagalan Piala Dunia 2026.
- Pemain Timnas Indonesia tersebut menyoroti kegaduhan serta gosip tidak benar setelah kegagalan tersebut.
- Haye menilai banyak orang memanfaatkan situasi untuk mencari perhatian tanpa dasar pengetahuan sepak bola.
Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye angkat bicara terkait banyak bermunculan sosok yang hanya bicara omong kosong, sok tahu usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Meski begitu, pemain Persib Bandung itu tak mengungkap namanya.
Thom Haye menyayangkan banyak muncul kegaduhan usai Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Terlebih banyak gosip-gosip yang dianggapnya tidak benar nongol bersamaan dengan hal tersebut.
Padahal seharusnya dukungan lebih dibutuhkan agar Timnas Indonesia bisa bangkit lagi mengejar ambisi lolos ke Piala Dunia 2026.
"Jadi ada banyak orang yang tidak terlibat dalam hal apapun tentang sepakbola," kata Thom Haye di kanal YouTube The Haye Way.
"Dan kemudian entah dari mana munculnya, orang-orang itu merasa jadi paling paham," jelas pemain naturalisasi berdarah Belanda itu.
Sekadar informasi, kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 membekas kecewa bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Akibatnya, Pelatih Patrick Kluivert beserta seluruh jajarannya harus angkat kaki meninggalkan skuad Garuda.
Kini, PSSI sedang mencari pelatih baru. Namun, federasi masih merahasiakan siapa sosok yang akan menggantikan Kluivert.
Dijelaskan oleh Haye, saat ini banyak orang yang sok paling tahu mengenai Timnas Indonesia.
Baca Juga: Ada Thom Haye, Persib Bandung Bawa Kekuatan Penuh ke Singapura Hadapi Lion City Sailors
Menurutnya, momentum ini dimanfaatkan mereka untuk mencari keuntungan sendiri.
"Itu sangat aneh bagi saya melihatnya, bahwa ada berapa orang datang entah dari mana mendapatkan panggung atau mulai berbicara," tegasnya.
"Bagi saya, tanpa pengetahuan atau informasi dasar yang cukup. Dan itu hanyalah. Ya sesuatu yang tidak bisa saya mengerti," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ada Thom Haye, Persib Bandung Bawa Kekuatan Penuh ke Singapura Hadapi Lion City Sailors
-
Sassuolo Terhindar dari Kekalahan, Fabio Grosso Senang, Jay Idzes Dongkol
-
Giovanni van Bronckhorst Latih Indonesia? Tim Garuda Bakal Alami Nasib seperti Besiktas 2024/2025
-
Ange Postecoglou Gantikan Arne Slot, Giovanni van Bronckhorst Latih Jay Idzes Cs?
-
Media Inggris: Giovanni van Bronckhorst Kandidat Kuat Pelatih Timnas Indonesia
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya
-
Sidang CAS Digelar Hari Ini, Malaysia Terancam Gagal Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions
-
JadI Korban Rasis, Benarkah Vinicius Jr Punya Nenek Moyang dari Afrika?
-
Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League