- Gary Neville mengkritik keras Luke Shaw karena dianggap tidak berkontribusi saat Manchester United kalah 0-1 dari Everton di Old Trafford.
- Manchester United kesulitan meski mendominasi dan unggul jumlah pemain sejak menit ke-13 akibat kartu merah Everton.
- Kekalahan ini mengakhiri empat kemenangan kandang beruntun MU dan membuat mereka tertahan di posisi kesepuluh klasemen.
Suara.com - Gary Neville melontarkan kritik pedas terhadap Luke Shaw setelah Manchester United tampil mengecewakan dan kalah 0-1 dari Everton di Old Trafford, Selasa (25/11) dini hari WIB.
Dalam laga yang penuh frustrasi, Neville menyebut Shaw sebagai buang-buang waktu karena dinilai tidak memberikan kontribusi berarti saat MU mencoba menyamakan kedudukan.
Manchester United tampil dominan setelah Everton bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-13.
Idrissa Gueye dikartu merah karena melakukan tindakan absurd, menampar rekan setimnya, Michael Keane.
Namun, meski unggul jumlah pemain dan mencatatkan penguasaan bola tinggi, MU tetap kesulitan menembus pertahanan Everton.
Gol tunggal yang dicetak Kiernan Dewsbury-Hall melalui tembakan melengkung ke pojok atas gawang di babak pertama menjadi pembeda sekaligus menambah tekanan untuk MU yang sedang mengejar posisi empat besar.
Dalam analisanya di Sky Sports, Neville mengkritik keras peran Shaw yang dimainkan sebagai bek tengah kiri dalam formasi 3-4-3 Ruben Amorim.
Ia menilai Shaw tidak menunjukkan urgensi untuk menekan dan membantu serangan meski MU butuh gol cepat.
“Shaw memang naik sedikit, tapi dia bergerak sambil berjalan. Dia tidak memberi ancaman. Dia seharusnya berlari ke depan setiap saat,” tegas Neville.
Baca Juga: Hasil Premier League: Manchester United Dipermalukan 10 Pemain Everton di Old Trafford
“Shaw tidak pantas bermain di posisi itu. Itu buang-buang waktu… dia tidak menipu siapa pun.”
Neville memberi sedikit pembelaan untuk Leny Yoro yang dinilainya kurang nyaman menguasai bola, tetapi tetap menilai bahwa para bek MU tidak cukup agresif meski unggul jumlah pemain.
Meski menguasai bola hampir sepanjang laga, MU hanya mampu menciptakan peluang-peluang spekulatif.
Everton yang bermain dengan blok rendah berhasil menutup ruang dan mematahkan serangan-serangan MU yang dimainkan terlalu melebar dan sering mengandalkan umpan silang tanpa arah.
Hasil ini mengakhiri empat kemenangan kandang beruntun MU dan membuat mereka tertahan di posisi ke-10 klasemen, gagal melompat ke persaingan empat besar.
Usai pertandingan, Ruben Amorim tidak menutupi rasa frustrasinya. Ia menyoroti kurangnya mentalitas bertarung dari para pemainnya.
“Bertarung itu bukan hal buruk. Bertarung bukan berarti tidak suka satu sama lain,” kata Amorim.
“Bertarung itu ketika kau kehilangan bola dan rekanmu harus menderita. Saya takut perasaan musim lalu kembali. Kami belum berada di level yang seharusnya untuk klub ini.”
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
Head to Head Luis Enrique vs Klub Inggris: Arsenal Jadi Korban Terbaru?
-
Wasit Final Liga Champions Daniel Siebert: Klub Inggris Lebih Sering Menang, PSG Waspada
-
Panen Cuan! Arsenal Sudah Kantongi Rp 2 Triliun di Liga Champions Musim Ini
-
Geger Kabar Minati Julian Alvarez, Barcelona Malah 'Dibully' Atletico Madrid