- Emil Audero dikabarkan diminati Juventus, namun ia tidak diproyeksikan sebagai kiper utama di sana.
- Bergabung Juventus berpotensi membuat Emil kehilangan momentum karier penting karena minimnya menit bermain reguler.
- Menurunnya jam terbang di klub dapat memberikan dampak negatif signifikan pada performa dan posisinya di Timnas Indonesia.
Suara.com - Kiper timnas Indonesia, Emil Audero, dikabarkan masuk radar Juventus FC yang berencana merombak sektor penjaga gawang musim depan. Namun, di balik peluang 'pulang kampung' ke Turin, kepindahan itu justru berpotensi membawa sejumlah kerugian bagi Emil.
Alih-alih kembali ke klub besar sebagai pelapis, bertahan bersama US Cremonese bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan bagi kariernya saat ini.
Berikut tiga kerugian yang bisa dialami Emil jika gabung Juventus:
1. Minim Menit Bermain
Laporan media Italia, La Gazzetta dello Sport, menyebut Emil tidak diproyeksikan sebagai kiper utama, melainkan hanya pelapis. Juventus sendiri masih memburu sosok utama baru seperti Guglielmo Vicario, dengan alternatif lain Marco Carnesecchi.
Jika salah satu dari mereka direkrut, peluang Emil tampil reguler akan sangat kecil. Bagi kiper berusia 29 tahun yang sedang berada di usia emas, duduk di bangku cadangan justru bisa menghambat perkembangan dan konsistensinya.
Sebaliknya di Cremonese, Emil tampil 22 kali musim ini dengan tujuh clean sheet—bukti bahwa ia masih dipercaya sebagai pilihan utama.
2. Risiko Kehilangan Momentum Karier
Sebagai penjaga gawang, ritme pertandingan sangat penting. Kurangnya jam terbang dapat berdampak pada refleks, kepercayaan diri, dan stabilitas performa.
Jika terlalu lama menjadi pelapis, Emil berisiko kehilangan momentum yang sudah ia bangun di Serie A. Padahal, konsistensi bermain di klub papan tengah bisa menjadi batu loncatan menuju tawaran yang lebih besar sebagai kiper utama, bukan sekadar opsi kedua.
Baca Juga: Alasan Tim Laskar Kalinyamat Rekrut Eks Tangan Kanan Shin Tae-yong, Kiper Persijap Naik Level
3. Dampak terhadap Posisi di Timnas Indonesia
Sebagai pemain dengan caps bersama tim Garuda, Emil tentu perlu menjaga level performanya. Minimnya menit bermain di level klub bisa berdampak pada penilaian pelatih tim nasional.
Untuk mempertahankan tempat di skuad utama dan tampil maksimal di laga internasional, status sebagai kiper utama klub jelas lebih ideal dibanding hanya menjadi cadangan di tim besar.
Kembali ke Juventus memang terdengar romantis karena Emil adalah produk akademi klub tersebut dan pernah meraih gelar Serie A di sana. Namun dalam fase karier saat ini, prioritas utama seharusnya adalah menit bermain dan stabilitas performa.
Dengan peran utama yang ia miliki di Cremonese, bertahan bisa menjadi keputusan yang lebih rasional ketimbang kembali ke Turin hanya sebagai pelapis.
Berita Terkait
-
Alasan Tim Laskar Kalinyamat Rekrut Eks Tangan Kanan Shin Tae-yong, Kiper Persijap Naik Level
-
3 Keuntungan Juventus jika Merekrut Kiper Timnas Indonesia Emil Audero
-
Rincian Sanksi AFC Ke PSSI Akibat Pelanggaran Prosedur Pertandingan Melawan Timnas Mali
-
Bisa Ditinggal Timnas Indonesia, Malaysia Was-was Menanti Sanksi
-
Jelang FIFA Series 2026, Ole Romeny Lupa Caranya Cetak Gol
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang
-
Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan
-
Ulasan Film Operasi Pesta Copet: Aksi Komedi Heist Berlatar Festival Musik!
-
eformasi Polri Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah, Masyarakat Sipil Harus Bergerak
-
Polda Metro Sita Golok dan 19 Anak Panah di Demo 27 Agustus, 45 Orang Jadi Tersangka
-
Indonesia Sustainability 360 Forum 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Transformasi Ekonomi Hijau
-
Anggaran BGN Tembus Rp 240 Triliun di 2027: Operasional Cuma 3%, Buat MBG 97%