- Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri meminta PSSI menahan pengumuman skuad final untuk misi intelijen.
- Misi tersebut bertujuan memata-matai komposisi pemain dua rival utama, yaitu tuan rumah Thailand dan Vietnam.
- Proses seleksi menyusutkan 31 pemain menjadi 23, dengan empat pemain abroad dipastikan menjadi pilar tim.
Suara.com - Bukan sekadar soal taktik di atas lapangan, perang urat syaraf jelang SEA Games 2025 ternyata sudah dimulai dari balik layar.
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, kini tengah menjalankan sebuah 'operasi senyap', meminta PSSI untuk menahan pengumuman skuad final demi sebuah misi intelijen: memata-matai kekuatan dua rival terberat.
Di tengah proses krusial pencoretan delapan pemain, Indra Sjafri ternyata punya agenda lain yang tak kalah penting.
Ia tidak mau gegabah membuka semua kartunya sebelum melihat komposisi pemain yang akan dibawa oleh para pesaing utama, khususnya tuan rumah Thailand dan Vietnam.
Sebuah langkah cerdik untuk mendapatkan keuntungan strategis bahkan sebelum turnamen dimulai.
“Saya juga meminta PSSI memperhatikan waktu pengumumannya karena penting bagi kami melihat apakah Thailand U-22, Vietnam U-22, atau tim lain sudah mengumumkan skuadnya,” ujar Indra Sjafri di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (27/11/2025).
Strategi 'intelijen' ini berjalan beriringan dengan salah satu tugas paling berat dan menyakitkan bagi seorang pelatih. Dari 31 nama yang saat ini mengikuti pemusatan latihan, delapan di antaranya harus dipulangkan. Sebuah keputusan yang diakui Indra Sjafri sangat tidak mudah.
“Tidak mudah memang menyusutkan pemain dari 31 menjadi 23. Ada delapan pemain yang harus kami pulangkan ke klub karena aturannya hanya memperbolehkan 23 pemain,” tutur pelatih berusia 61 tahun tersebut.
Keputusan final mengenai siapa yang akan 'ditendang' dan siapa yang akan terbang ke Thailand akan diambil dalam satu hingga dua hari ke depan.
Baca Juga: Singgung Shin Tae-yong, PSSI Tetapkan Syarat Mutlak untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia
“Mungkin dalam satu hingga dua hari ini, tim pelatih harus menetapkan 23 pemain untuk kemudian ditetapkan dan diumumkan oleh PSSI,” katanya.
Di antara nama-nama yang nasibnya di ujung tanduk, ada empat pilar yang posisinya hampir pasti tak tergoyahkan.
Kuartet pemain abroad—Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx—akan menjadi tulang punggung tim dalam misi mempertahankan medali emas yang diraih dua tahun lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Bukan Spanyol, Ini Alasan Legenda Real Madrid Jagokan Perancis Juara Piala Dunia 2026
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!
-
Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu
-
Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji
-
Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken