Bola / Liga Italia
Minggu, 30 November 2025 | 11:26 WIB
Antonio Conte saat memimpin Napoli dalam lanjutan Liga Italia Serie A. [Instagram Antonio Conte]
Baca 10 detik
  • Arrigo Sacchi memprediksi laga Roma kontra Napoli Serie A pekan ke-13 berlangsung intens bak pertandingan Premier League.
  • Sacchi memuji filosofi kepelatihan Antonio Conte dan Gian Piero Gasperini yang menekankan intensitas serta detail taktis.
  • Meskipun skuad berbeda, Sacchi menilai Roma mampu bersaing Scudetto berkat penanaman nilai teknis dan moral oleh Gasperini.

Suara.com - Mantan pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi, memberikan pandangan tajam jelang big match AS Roma vs Napoli pada pekan ke-13 Serie A.

Dalam kolomnya untuk Gazzetta dello Sport, Sacchi menyebut laga di Stadio Olimpico itu bakal menyerupai pertandingan dengan ritme ala Premier League.

Roma yang kini memuncaki klasemen akan menjamu Napoli yang hanya tertinggal dua poin.

Menurut Sacchi, duel dua tim dengan intensitas tinggi ini lebih berpotensi menjadi pertarungan daripada sekadar laga penuh atraksi.

“Lebih dari pertunjukan, saya memprediksi sebuah pertempuran teknis, taktis, dan fisik,” tulis Sacchi.

“Tempo tinggi, marking ketat di seluruh lapangan, eksekusi cepat, dan kedua tim saling ingin mendominasi. Singkatnya, pertandingan ala Premier League.”

Sacchi, yang mengenal baik kedua pelatih, menilai Antonio Conte dan Gian Piero Gasperini memiliki filosofi sepak bola yang selaras dengannya.

“Saya kenal kedua pelatih itu. Mereka melihat sepak bola dengan intensitas, dinamika tinggi, dan perhatian pada detail,” ujarnya.

“Conte dan Gasperini adalah pelatih sejati. Mereka mengajar, menjelaskan, memperbaiki, memuji saat perlu, dan memarahi ketika harus. Saat melihat tim mereka bermain, saya sering melihat diri saya sendiri.”

Baca Juga: 4 Kemenangan Beruntun Midtjylland Kandas di Tangan AS Roma

Napoli datang ke Roma dengan modal kemenangan atas Atalanta di Serie A dan Qarabag di Liga Champions.

Identitas permainan Napoli disebut Sacchi kembali menguat meski sempat terganggu badai cedera.

Meski tidak diprediksi sebagai favorit juara pada awal musim, Roma justru mampu merangsek ke puncak klasemen di bawah Gasperini.

“Gasperini tidak memiliki skuad terkuat, tetapi dalam beberapa bulan ia sudah berhasil menanamkan nilai teknis dan moral yang membuat tim mampu bertarung untuk Scudetto,” kata Sacchi.

“Lihat bagaimana mereka menekan, bagaimana mereka saling membantu. Meski kedalaman skuad tidak terlalu mewah, semua pemain patuh menjalankan idenya. Itu pencapaian luar biasa dan Gasperini harus bangga.”

Di sisi lain, Sacchi menilai Napoli secara teknis lebih unggul karena memiliki komposisi skuad yang lebih dalam.

Load More