- Ari Askhara resmi jadi Dirut emiten Tommy Soeharto, HUMI, per 14 Januari 2026.
- Eks bos Garuda ini sempat tersandung skandal penyelundupan Harley dan Brompton.
- Ari targetkan transformasi HUMI jadi pemain logistik energi terintegrasi nasional.
Suara.com - Nama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, atau yang lebih dikenal sebagai Ari Askhara, kembali mengguncang panggung korporasi nasional.
Mantan bos Garuda Indonesia yang sempat "terhempas" akibat skandal penyelundupan motor mewah itu kini resmi menduduki kursi Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI), emiten pelayaran milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.
Keputusan krusial ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (14/1/2026). Ari menggantikan Tirta Hidayat untuk memimpin HUMI dalam ambisinya bertransformasi menjadi pemain utama logistik maritim dan energi terintegrasi.
Penunjukan ini memicu perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar mengingat rekam jejak kontroversial Ari saat memimpin maskapai pelat merah, Garuda Indonesia (GIAA). Publik tentu belum lupa pada akhir 2019, ketika Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Ari secara tidak hormat.
Pemicunya bukan sekadar performa bisnis, melainkan skandal penyelundupan suku cadang Harley Davidson bekas dan dua unit sepeda Brompton di dalam pesawat baru Airbus A330-900neo milik Garuda.
Kasus ini tak hanya mencoreng citra maskapai nasional, tapi juga membawa Ari ke kursi pesakitan hingga divonis satu tahun penjara dengan masa percobaan oleh PN Tangerang pada 2021. Tak hanya itu, masa kepemimpinannya juga sempat diwarnai isu manipulasi laporan keuangan tahun 2018.
Meski sempat menjadi "persona non grata" di lingkungan BUMN, karier Ari tampaknya menemukan "pelabuhan" baru di grup bisnis keluarga Cendana. Sebelum didapuk menjadi Dirut HUMI, ia telah lebih dulu dipercaya menjabat sebagai Dirut PT GTS Internasional Tbk. (GTSI), anak usaha HUMI, sejak April 2025.
Dalam pernyataan resminya, Ari menegaskan visi ambisius untuk HUMI. "Ke depan, HUMI akan fokus pada pertumbuhan revenue yang sehat melalui sinergi grup dan diversifikasi usaha, bukan hanya sekadar pemilik kapal (ship owner)," ujarnya.
Ia juga menekankan efisiensi biaya operasional dan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas utama. Dengan latar belakang perbankan yang kuat—pernah di Bank Mandiri, Deutsche Bank, hingga Barclays—Ari diharapkan mampu menata struktur keuangan HUMI, meski bayang-bayang masa lalunya di Garuda dipastikan akan terus menjadi sorotan investor.
Baca Juga: Pemerintah Pangkas Nikel Nasional, Harga Diprediksi Terus Menguat Awal 2026
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Gimana Nasib Penerbangan Umrah?
-
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA
-
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz
-
Harga BBM SPBU Shell, Vivo dan BP Naik, Ini Rinciannya
-
OJK Bongkar Skema Dana IPO IPPE, Denda KGI Sekuritas Rp4,6 Miliar
-
IHSG Loyo, Kapitalisasi BEI Merosot 1,03% Pekan Ini, Jadi Rp 14.787 triliun
-
Iran Tutup Pelayaran Selat Hormuz, Pasokan Minyak Mentah Bisa Terganggu