- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai peluang juara Piala AFF 2026 terbuka namun diprediksi sulit.
- Indonesia tergabung di Grup B Piala AFF 2026 bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, serta pemenang play-off.
- Turnamen ini berlangsung di luar kalender FIFA, sehingga klub Eropa tidak wajib melepas pemain ke Timnas.
Suara.com - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman menanggapi hasil drawing Piala AFF 2026. Lelaki asal Inggris itu menyebut peluang tim Merah Putih juara terbuka, tapi berat.
Adapun Piala AFF 2026 berada di Grup B bersama dengan Vietnam, Kamboja, Singapura, dan pemenang play-off antara Timor Leste vs Brunei Darussalam.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia belum sekalipun menjuarai turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Padahal, skuad Garuda sudah enam kali berlaga di partai final, namun selalu gagal menjadi kampiun.
John Herdman merasa tertantang memenangi Piala AFF 2026. Apalagi, Timnas Indonesia belum pernah menjadi juara.
"Jadi, untuk melakukannya (menang) pertama kalinya dan mencetak sejarah bersama-sama dengan para penggemar, dengan kelompok pemain, itulah pola pikir yang ingin Anda bawa ke dalam turnamen ini," kata John Herdman kepada awak media.
"Ini adalah peluang yang tulus dengan grup yang kita miliki. Namun saya akan katakan ini kepada semua orang, setiap tim, setiap grup akan sulit dalam kompetisi ini," jelasnya.
John Herdman menjelaskan lawan-lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia tidak akan mudah.
Semua tim punya kemampuan merata terlebih skuad Garuda tidak bisa membawa pemain-pemain terbaiknya terutama yang merumput di Eropa.
Seperti diketahui, Piala AFF 2026 berlangsung di luar kalender FIFA pada 24 Juli sampai dengan 26 Agustus mendatang.
Baca Juga: Prestasi Peter White Sebagai Pelatih Inggris Tersukses di Timnas Indonesia, John Herdman Gentar?
Artinya, klub boleh tidak melepas pemainnya ke tim nasional meski ada panggilan.
"Tidak ada jendela FIFA yang tersedia, jadi realitas kualitatif dari pemain Serie A atau pemain Bundesliga, hal itu menghilang," tegasnya.
"Jadi ini akan menjadi medan permainan yang setara. Tim yang sukses adalah tim yang paling ingin mewakili negara mereka pada saat itu, dan mengambil kesempatan untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mengangkat trofi di Piala Hyundai ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.711
-
Dreams of Joy: Antara Impian Seorang Gadis vs Kelamnya Tiongkok Era Mao
-
Review The Whisper Man: Drama Kriminal Penuh Misteri dan Emosi yang Haru
-
Api Meluas di Perkebunan Makaeling, ERT Gosowong Bergerak Bantu Pemadaman
-
Ramalan Zodiak Pisces September 2026: Keuangan Jadi Fokus Utama, Karier dan Asmara Diuji??
-
Pecco Bagnaia Merasa Berada di Titik Terendah dalam Kariernya, Putus Asa?
-
AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan
-
Kementerian ESDM Uji Data Desil Penerima untuk Cegah Masalah Pembatasan Pertalite
-
AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 91 Dolar AS per Barel
-
Segera Koleksi, Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2.664.00/Gram