- Klub Uzbekistan, Navbahor, resmi menunjuk Timur Kapadze sebagai pelatih kepala baru pada Senin (1/12/2025).
- Penunjukan ini menggagalkan harapan penggemar Indonesia agar Kapadze melatih Timnas Garuda.
- Kapadze dikenal sukses membawa Uzbekistan ke ajang besar, menjadi alasan Navbahor merekrutnya.
Suara.com - Klub asal Uzbekistan, PFC Navbahor, resmi menunjuk Timur Kapadze sebagai pelatih kepala yang baru. Pengumuman dilakukan pada Senin (1/12/2025) waktu setempat, setelah kedua pihak mencapai kesepakatan penuh terkait rencana jangka panjang tim.
Kabar ini membuat patah hati pendukung Indonesia. Pasalnya, Timur Kapadze sebelumnya diyakini menjadi pelatih Timnas Indonesia.
Bahkan beberapa waktu lalu, Timur Kapadze sudah datang ke Indonesia dan sempat menjalankan salat Jumat di masjid Istiqlal.
Sayangnya harapan pendukung Garuda untuk Timur Kapadze melatih Timnas Indonesia buyar setelah klub Navbahor mmengumumkan eks pelatih Uzbekistan itu sebagaia pelatih anyar.
Kapadze bukan sosok asing di sepakbola Uzbekistan. Ia dikenal sebagai pelatih yang sukses membawa Timnas Uzbekistan tampil dalam ajang besar seperti Olimpiade dan Piala Dunia.
Prestasi itulah yang membuat Navbahor yakin kapabilitas sang pelatih mampu mendorong klub ke level lebih tinggi.
“Navbahor percaya pengalaman dan visi modern Kapadze akan membantu kami mencapai target besar yang telah ditetapkan,” tulis klub dalam pernyataan resmi.
Kapadze sendiri memiliki rekam jejak mentereng dalam menangani berbagai jenjang tim dari level usia muda hingga tim nasional, dengan raihan prestasi di kompetisi internasional.
Dengan perekrutan ini, Navbahor berharap dapat terus bersaing di papan atas dan memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan utama sepakbola Uzbekistan.
Baca Juga: 5 Pemain Keturunan yang Jadi Andalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025
Navbahor mengucapkan selamat datang kepada Temur Kapadze dan berharap sang juru taktik bisa membawa kesuksesan besar bagi klub.
Sebelum resmi menerima pinangan dari klub Navbahor, Kapadze menegaskan bahwa ia memang ingin menjadi pelatih kepala di sebuah tim, baik level klub ataupun tim nasional.
Pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan, dirinya ingin berkarier sebagai pelatih kepala, bukan sekadar asisten.
“Saya punya pandangan, ide, dan filosofi sendiri. Karena itu saya ingin memimpin tim dan mencapai tujuan baru. Ini langkah alami bagi saya sebagai pelatih,” katanya.
Nah menariknya, sebelum memutuskan mundur sebagai asisten pelatih Uzbekistan, Cannavaro justru memuji Kapadze dan berharap bisa kerjasama.
Berbicara kepada media Uzbekistan melalui kanal Konkret yang dikutip Offside.kz, mantan kapten timnas Italia itu menegaskan bahwa dirinya sangat menghargai pengalaman dan pengetahuan lokal yang dimiliki Kapadze.
“Kapadze tetap bersama kami. Kami selalu bekerja bersama, kami memiliki filosofi yang sama, dan dia lebih memahami karakter para pemain Uzbekistan. Itu sebabnya dia tetap di tim saya,” ujar Cannavaro.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
5 Pemain Keturunan yang Jadi Andalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025
-
Timur Kapadze Resmi Batal Gabung Timnas Indonesia, Netizen Kecewa
-
PSSI Kalah Cepat, Timur Kapadze Dipastikan Batal Latih Timnas Indonesia
-
Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia U-17, Wonderkid Brasil Diperebutkan Chelsea dan Man United
-
Giovanni van Bronckhorst ke Timnas Indonesia, Liverpool Sudah Temukan Pengganti Ideal
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam