-
Gladbach tersingkir dari DFB Pokal usai kalah 1-2.
-
Kevin Diks melakukan blunder, ratingnya terendah kedua.
-
Jackson Irvine (St Pauli) bersinar dengan rating 7,8.
Suara.com - Kevin Diks dan timnya, Borussia Moenchengladbach, harus menerima pil pahit setelah langkah mereka di ajang DFB Pokal 2025-2026 terhenti.
Hasil minor ini terjadi setelah Die Fohlen takluk di markas sendiri dengan skor tipis 1-2 saat menjamu St Pauli.
Laga yang berlangsung pada Rabu (3/12/2025) dini hari WIB tersebut menjadi mimpi buruk bagi pendukung tuan rumah.
Sejak peluit awal dibunyikan, Gladbach sebetulnya sudah menerapkan permainan menyerang dan penuh tekanan.
Bahkan kesempatan emas sempat hadir pada menit ke-16, namun tandukan Shuto Machino sayangnya masih melenceng di sisi kanan gawang lawan.
Meski dominan dalam permainan, Gladbach justru kecolongan lebih dulu sebelum jeda babak pertama.
Gawang Gladbach bergetar setelah Martijn Kaars sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-43.
Memasuki paruh kedua, tuan rumah berupaya keras untuk menyamakan kedudukan dan akhirnya berhasil.
Haris Tabakovic menjadi penyelamat sementara bagi Gladbach setelah sundulannya berhasil menembus jaring gawang St Pauli di menit ke-56.
Baca Juga: Klasemen Liga Jerman: Bayern Muenchen Kokoh di Puncak, Klub Kevin Diks Terus Meroket
Ketika pertandingan diprediksi kuat akan berakhir dengan hasil imbang dan berlanjut ke babak tambahan.
St Pauli kembali unggul dan berhasil mencetak gol kemenangan vital pada menit ke-83 melalui Louis Oppie.
Gol penentu kekalahan Gladbach ini bermula dari umpan cerdik Kaars yang sebelumnya mampu melewati hadangan Kevin Diks.
Momen blunder fatal Diks ini lantas berujung pada penarikan dirinya dari lapangan di menit ke-86.
Usai laga, performa Diks pun langsung mendapat penilaian yang sangat rendah dari berbagai media.
Dalam laga tersebut, bek keturunan Ambon berusia 29 tahun itu dipercaya sebagai starter pada posisi bek tengah kiri.
Ia ditempatkan dalam skema formasi 3-5-2 yang menjadi andalan Borussia Moenchengladbach.
Data dari Fotmob menunjukkan Diks sangat aktif terlibat dalam alur serangan dan pertahanan timnya.
Secara keseluruhan, Diks tercatat melakukan sentuhan bola sebanyak 105 kali sepanjang 86 menit waktu bermainnya.
Efektivitas umpannya juga tinggi, dengan mencatatkan 87 operan sukses dari total 95 percobaan yang dilakukannya.
Diks juga proaktif dalam membangun serangan dengan melepaskan 9 kali operan ke area pertahanan lawan.
Dari sisi bertahan, penampilannya pun terlihat solid dengan membukukan 2 tekel bersih dan 2 kali sapuan.
Bahkan ia menunjukkan dominasi dalam duel, sukses memenangkan 4 dari 5 duel yang terjadi di lapangan.
Sayangnya, seluruh statistik positif tersebut menjadi tidak berarti akibat kesalahan krusial yang ia lakukan.
Kesalahan tersebut secara langsung berbuah gol penentu kemenangan bagi tim tamu St Pauli.
Performa eks bek FC Copenhagen tersebut harus tercoreng parah karena insiden gol Louis Oppie.
Akibatnya, Diks hanya bisa pasrah menerima rating 5,9 dari Fotmob, sebuah angka yang sangat rendah.
Angka tersebut menempatkannya sebagai pemain dengan rating terendah kedua di skuat Gladbach.
Ia hanya unggul sedikit di atas kiper Gladbach, Moritz Nicolas, yang hanya mendapat rating 5,8 dari Fotmob.
Situasi Diks berbanding terbalik dengan rivalnya di Asia, Jackson Irvine, yang bermain gemilang untuk St Pauli.
Pemain berkebangsaan Australia tersebut sukses membawa timnya meraih kemenangan dan diganjar rating 7,8 dari Fotmob.
Irvine dinilai efektif setelah sukses menciptakan dua peluang emas bagi rekan setimnya di sepanjang pertandingan.
Ia bahkan sempat hampir membobol gawang Gladbach dengan upayanya sendiri yang mengancam pertahanan lawan.
Kontras performa kedua pemain ini semakin mempertegas kekecewaan yang dirasakan oleh Kevin Diks dan pendukung Gladbach.
Keputusan pelatih menarik Diks keluar lapangan setelah gol kedua lawan menunjukkan adanya konsekuensi langsung dari blunder tersebut.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Gladbach dan tentunya bagi Kevin Diks secara pribadi.
DFB Pokal kini hanya menyisakan penyesalan bagi tim yang berjuluk Die Fohlen tersebut.
Mereka harus segera bangkit dan fokus kembali ke kompetisi liga setelah terdepak dari ajang piala.
Ke depan, konsistensi performa tanpa kesalahan fatal akan menjadi kunci bagi Diks dan timnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Timnas Iran Habis Jatuh Tertimpa Tangga, Opsi Mundur di Piala Dunia 2026 Bikin Rugi Berlapis
-
Rivaldo Pakpahan Bungkam JIS, Tahan Persija 2-2 lalu Kirim Pesan Menyentuh untuk The Jakmania
-
Michael Carrick Beri Kode Keras Manchester United Segera Berburu Winger Kiri Baru
-
Joe Hart Ungkap Makna Tato Hitam Pekat yang Jadi Baju Zirahnya
-
Ricky Kambuaya Percaya Diri Hadapi Manila Digger, Yakin Dewa United Bisa Menang di Filipina
-
Ricky Kambuaya Tak Gentar Lapangan Sintetis, Dewa United Optimis Lawan Manila Digger FC
-
Manajemen Persib Bandung Tegaskan Menolak Segala Bentuk Rasisme
-
Pelatih Semen Padang FC Dejan Antonic Dipecat Usai Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta
-
Siapa Riono Asnan? Legenda Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya Meninggal Dunia Hari Ini
-
Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS