- Penyelenggara SEA Games 2025 di Thailand salah menampilkan bendera Thailand dan Indonesia pada jadwal futsal 4 Desember.
- Insiden bendera keliru ini bukan pertama kalinya; sebelumnya bendera Vietnam juga pernah diganti bendera Tiongkok dalam acara berbeda.
- Selain kesalahan bendera, terjadi pula keluhan jurnalis Thailand mengenai keterlambatan distribusi kartu liputan resmi.
Suara.com - Gelaran SEA Games 2025 di Thailand kembali diterpa kritik setelah terjadi kesalahan fatal dalam penayangan bendera negara peserta. Tidak hanya Indonesia yang terdampak, Vietnam juga menjadi korban dalam kekeliruan yang dilakukan pihak penyelenggara.
Dilansir dari Soha, insiden tersebut terungkap ketika laman resmi SEA Games 2025 mengunggah jadwal pertandingan untuk tanggal 4 Desember.
Pada bagian cabang olahraga futsal, publik dibuat terkejut karena bendera Timnas Futsal Thailand justru ditampilkan sebagai bendera Vietnam. Sementara itu, posisi bendera Indonesia digantikan oleh bendera Laos.
Kesalahan ini segera memicu reaksi keras dari para pendukung, khususnya dari Thailand sebagai tuan rumah.
Banyak warganet menyoroti kelalaian tim desain dan pengelolaan konten, mengingat pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu mengantongi anggaran besar serta perhatian luas dari publik.
Ini bukan kali pertama bendera Vietnam salah ditampilkan oleh panitia SEA Games 2025. Sekitar sebulan sebelumnya, saat pengundian Futsal U-19 dan Futsal U-16 ASEAN 2025, bendera China sempat ditampilkan sebagai pengganti bendera Vietnam.
Perwakilan Federasi Sepak Bola Thailand bahkan harus meminta maaf secara langsung atas blunder tersebut.
Setelah kritik ramai muncul, unggahan yang memuat kesalahan bendera itu langsung dihapus dari situs resmi SEA Games. Kolom komentar yang sebelumnya dipenuhi protes juga tak lagi terlihat.
Namun, kejadian berulang tersebut menimbulkan keraguan publik terhadap kesiapan panitia dalam mengelola penyelenggaraan acara.
Baca Juga: 4 Pemain Diaspora Resmi Perkuat Timnas Putri Indonesia di SEA Games 2025
Selain masalah bendera, sejumlah jurnalis Thailand juga mengeluhkan proses distribusi kartu liputan yang sangat lambat.
Menurut Panop Jaikua, Sekretaris Jenderal Asosiasi Jurnalis Olahraga Thailand, banyak wartawan belum menerima akses resmi padahal cabang olahraga pertama mulai berlangsung pada Rabu (3/12), sementara upacara pembukaan baru digelar pada Senin (9/12).
Ia menilai keterlambatan ini dapat mengganggu proses peliputan serta mengurangi eksposur media terhadap SEA Games 2025. Panop mendesak panitia untuk segera menuntaskan masalah administrasi agar penyelenggaraan tidak semakin mendapat sorotan negatif.
Dengan rangkaian kekeliruan yang terjadi, publik kini berharap panitia SEA Games 2025 dapat bergerak cepat memperbaiki berbagai kekurangan, termasuk penggunaan atribut negara peserta, agar tidak terulang pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Berita Terkait
-
4 Pemain Diaspora Resmi Perkuat Timnas Putri Indonesia di SEA Games 2025
-
Spotify Wrapped Live Indonesia 2025 Siap Digelar Besok, Lineup Bertabur Bintang
-
PSSI Kerucutkan Kandidat Pelatih Timnas Indonesia Jadi Dua Nama
-
Erick Thohir Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia, PSSI Sudah Rampungkan Wawancara 5 Juru Taktik
-
Timnas Indonesia U-22 Pecahkan Rekor Jelang SEA Games 2025, Apa Itu?
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Nomor 7 Tetap Milik Ronaldo! Pemain Ini Warisi Nomor Mendiang Diogo Jota di Piala Dunia 2026
-
Rekor yang Tak Pecah 72 Tahun! Skor 7-5 Akankah Terulang di Piala Dunia 2026?
-
Siapa Raja Assist dalam Sejarah Piala Dunia? Bukan Messi Apalagi Ronaldo
-
Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
-
10 Pemain Tertua yang Cetak Gol di Piala Dunia: Rekor Masih Punya Eks Bomber Liga Indonesia
-
Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih
-
Laga Iran Dijaga Ekstra Ketat, Los Angeles Siapkan Pengamanan Khusus di Piala Dunia 2026
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Misi Mustahil Thomas Tuchel? Memetakan Jalur Terjal Inggris Menuju Takhta Piala Dunia 2026