Bola / Bola Dunia
Rabu, 04 Maret 2026 | 15:23 WIB
Donald Trump [The White House]
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak peduli jika Timnas Iran memutuskan mundur dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat.
  • Trump menyebut Iran sebagai negara yang sudah "kalah telak dan kehabisan tenaga" di tengah eskalasi serangan militer AS-Israel ke wilayah tersebut.
  • Presiden Federasi Iran, Mehdi Taj, sebelumnya telah menyiratkan keraguan timnya bisa berpartisipasi dan menyerahkan keputusan akhir kepada pejabat olahraga Iran.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan kontroversial terkait nasib keikutsertaan Timnas Iran dalam ajang Piala Dunia 2026.

Trump secara blak-blakan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak peduli apakah skuad Team Melli akan berpartisipasi atau mengundurkan diri dari turnamen akbar tersebut.

Komentar dingin ini dilontarkan di tengah memanasnya tensi geopolitik akibat serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran dikabarkan telah meluncurkan operasi balasan ke sejumlah negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Di tengah eskalasi konflik yang kian meruncing, Amerika Serikat harus bersiap menjadi salah satu tuan rumah utama Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko.

"Saya benar-benar tidak peduli," kata Donald Trump kepada media Politico saat ditanya mengenai peluang bermainnya Iran di turnamen musim panas tersebut.

Trump bahkan menambahkan pernyataan yang merendahkan kondisi negara yang menjadi seteru politiknya tersebut.

"Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak, mereka sudah kehabisan tenaga (running on fumes)," ujar pria berusia 79 tahun itu.

Pernyataan ini jelas memantik reaksi luas, dan media asal Inggris, BBC Sport, telah berupaya menghubungi FIFA untuk meminta tanggapan resmi.

Baca Juga: Cerita Eks Ahli Gizi Real Madrid Kerja di Lingkungan Toxic: Saya Mimpi Buruk Tiap Malam

Ironisnya, Timnas Iran yang sukses mencatatkan rekor lolos ke Piala Dunia untuk keempat kalinya secara beruntun dijadwalkan akan memainkan seluruh laga fase grup di wilayah Amerika Serikat.

Iran yang tergabung di Grup G akan mengawali kampanye mereka dengan melawan Selandia Baru dan Belgia di kota Los Angeles, lalu ditutup dengan laga kontra Mesir di Seattle.

Sebelumnya, pada musim panas tahun lalu, Iran tetap memutuskan tidak mundur dari kompetisi meskipun Amerika Serikat sempat mengebom tiga fasilitas nuklir di negara mereka.

Namun, dengan eskalasi krisis yang dinilai jauh lebih serius saat ini, Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mulai meragukan partisipasi timnya.

Taj mengungkapkan kepada televisi nasional Iran bahwa kemungkinan timnya bisa tampil di Piala Dunia kini sudah sangat jauh dari harapan.

Keputusan akhir mengenai keberangkatan tim akan diserahkan sepenuhnya kepada para pejabat tinggi olahraga Iran dengan mempertimbangkan situasi keamanan.

Load More