- Laga pembuka SEA Games 2025 antara Vietnam U-22 dan Laos U-22 di Stadion Rajamangala menghasilkan skor 2-1.
- Gol kemenangan Vietnam pada menit ke-61 yang dicetak Dinh Bac sempat dianulir karena dugaan offside.
- Wasit utama Rustam Lutfullin mengesahkan gol tersebut meskipun asisten wasit telah mengangkat bendera offside.
Suara.com - Drama terjadi pada laga pembuka SEA Games 2025 antara Vietnam U-22 melawan Laos U-22 di Stadion Rajamangala, Rabu (3/12).
Vietnam U-22 harus susah payah mengalahkan Laos U-22 dengan skor tipis 2-1. Gol kemenangan Vietnam yang dicetak Dinh Bac pada menit ke-61 dianggap kontroversial.
Gol kontroversial Dinh Bac itu ternyata disahkan oleh wasit asal Uzbekistan yang kerap disebut pembawa keberuntungan bagi Timnas Indonesia, Rustam Lutfullin.
Saat skor masih imbang 1-1, Thanh Nhan melepaskan umpan matang kepada Dinh Bac.
Sang gelandang muda Vietnam itu mengontrol bola dengan tenang sebelum melepas tembakan keras menyusur tanah yang tak mampu dibendung kiper Kop Lokphathip.
Namun selebrasi skuad Vietnam terhenti seketika. Asisten wasit Sanjar Shayusupov langsung mengangkat bendera tanda offside.
Ia menilai bahwa pemain Vietnam lain, Quoc Viet aktif dan berada dalam posisi offside.
Di tengah kebingungan, wasit utama Lutfullin justru mengambil keputusan berbeda. Ia mengabaikan bendera offside dari asistennya dan mengakui gol tersebut.
Sontak saja keputusan itu membuat pemain dan ofisial Laos sangat geram.
Baca Juga: Media Belanda Kerucutkan 2 Calon Kuat Pelatih Timnas Indonesia
Sementara itu, eks wasit Vietnam, Duong Van Hien, ikut memberikan analisa atas keputusan kontroversial tersebut.
Menurutnya, memang benar Quoc Viet terlihat dalam posisi offside. Namun dalam hukum permainan, posisi saja tidak otomatis melahirkan pelanggaran.
“Wasit akan menilai apakah pemain itu berpartisipasi atau mempengaruhi permainan. Quoc Viet sempat melompat untuk menghindari bola dan mungkin menghalangi pandangan kiper Laos,” ujar Van Hien dilansir dari Bongda.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Media Belanda Kerucutkan 2 Calon Kuat Pelatih Timnas Indonesia
-
Parah! SEA Games 2025 Baru Dimulai, Timnas Vietnam U-22 Sudah Menang Kontroversial
-
Adu Gaji Giovanni van Bronckhorst vs John Heitinga, Mana yang Pas untuk Kantong PSSI?
-
Marselino Ferdinan Batal ke SEA Games 2025, Alasannya Ternyata Bikin Ngilu
-
Pelatih Baru Timnas Indonesia Mulai Seleksi Ketat Pemain Calon Didikannya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Tawa dan Tangis dalam Film Foufo: Dari Kampung Rongsok ke Luar Angkasa
-
Ketika Semua Orang Dipaksa Jualan: Membaca Fenomena Ledakan UMKM
-
Kulit Sawo Matang Pakai Cushion Warna Apa? Ini 5 Shade Paling Cocok agar Tidak Abu-Abu
-
3 Serum Niacinamide TXA Lokal yang Ampuh Pudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat
-
RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan
-
Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses
-
Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta
-
DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun