-
Media Vietnam sebut Indonesia "calon juara" dan Filipina "kuda hitam".
-
Filipina punya 13 pemain luar negeri dan formasi 4-4-2 yang efektif.
-
Indonesia unggul pengalaman dengan pemain Timnas seperti Jenner, Struick, dan Raven.
Suara.com - Media olahraga terkemuka Vietnam, The Thao247, baru-baru ini memublikasikan ulasan mendalam tentang bentrokan krusial di Grup A antara Timnas Indonesia U-22 dan Filipina U-22 dalam ajang SEA Games 2025 ke-33.
The Thao247 menggambarkan pertemuan kedua tim ini bukan sebagai laga biasa, melainkan pertempuran antara kuda hitam melawan calon juara.
Kemenangan 2-0 yang berhasil dicatatkan Filipina atas Myanmar pada laga pembuka fase grup telah meningkatkan moral dan kepercayaan diri tim secara signifikan.
Skuad asuhan pelatih Garrath McPherson kini berada dalam kondisi euforia dan mulai diperhitungkan secara serius oleh berbagai pengamat sepak bola kawasan.
Media Vietnam itu secara khusus menyoroti perubahan status Filipina, yang kini jauh dari citra tim medioker seperti yang terlihat pada kompetisi tahun-tahun sebelumnya.
Kehadiran 13 pemain yang saat ini berkarier di berbagai klub luar negeri menjadi faktor utama dalam peningkatan kualitas skuad mereka.
McPherson dinilai sukses meracik tim yang tidak hanya solid secara keseluruhan, tetapi juga kaya variasi taktik yang sulit diprediksi lawan.
Aspek fisik dan kecepatan para pemain Filipina disebut-sebut The Thao247 bahkan lebih unggul dibandingkan rata-rata tim dari Asia Tenggara lainnya.
Mereka menerapkan formasi 4-4-2 yang sangat efektif, terutama karena kerja sama apik antara duet penyerang Demuynck dan Monis.
Baca Juga: Filipina Diam-diam Ancam Timnas Indonesia di SEA Games 2025, Janji Bakal Hancurkan Lawan
Duet maut ini berkali-kali sukses menghasilkan terobosan berbahaya lewat umpan silang akurat yang memanjakan rekan-rekan mereka di kotak penalti.
Semua faktor ini berkontribusi pada kemenangan meyakinkan atas Myanmar dan memosisikan Filipina siap menantang Indonesia tanpa sedikit pun rasa gentar.
Meskipun demikian, The Thao247 tetap memberikan penekanan bahwa Timnas Indonesia U-22 memiliki level kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan lawannya.
Skuad yang berada di bawah arahan pelatih berpengalaman Indra Sjafri dianggap jauh lebih matang dalam menghadapi tekanan turnamen.
Hal ini karena komposisi tim muda Nusantara diisi oleh sejumlah besar pemain yang sudah memiliki jam terbang tinggi di level Timnas Senior atau kelompok usia lainnya.
"Di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri, tim muda nusantara memiliki kekuatan yang seimbang dengan banyaknya pemain yang pernah memperkuat tim nasional, seperti Kadek Arel, Ferarri, atau Darwis," kata The Thao247, menggarisbawahi keunggulan pengalaman Garuda Muda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Jelang Persib vs PSBS Biak, Apa Itu?
-
Rekor Solomon vs Tim ASEAN, Timnas Indonesia Berpotensi Pesta Gol?
-
Sempat Didekati MU, Emiliano Martinez Kini Masuk Radar Inter Milan
-
Inter Milan Dipermalukan Arsenal, Kepemimpinan Wasit Joao Pinheiro Tuai Pujian
-
Cetak Brace ke Gawang AS Monaco, Mbappe Kini Sejajar dengan Cristiano Ronaldo
-
Federico Barba Dipastikan Bertahan di Persib Bandung
-
Gagal Bersinar di Arsenal, Cerita Brooklyn yang Terbebani dengan Label Anak David Beckham
-
Gareth Bale Bongkar Alasan Xabi Alonso Gagal di Real Madrid: Bukan Soal Taktik, tapi...
-
Bikin Arsenal Sejago Sekarang, Mikel Arteta Dapat Ilmu Taktik dari Mana?
-
Cetak Sejarah 140 Tahun, Arsenal Memang Favorit Juara Liga Champions Musim Ini