-
Indra Sjafri siap hadapi Filipina, perbaiki taktik dari pertemuan sebelumnya.
-
Garuda Muda optimistis raih tiga poin perdana di SEA Games 2025.
-
Target bertahap: prioritas utama Indra Sjafri adalah lolos dari fase grup.
Laga melawan Filipina ini krusial mengingat hasil pertandingan akan sangat menentukan langkah Indonesia ke fase selanjutnya.
Indra Sjafri menekankan pentingnya fokus dan menjaga konsentrasi, terutama mengingat status Indonesia sebagai peraih medali emas pada edisi dua tahun sebelumnya.
Demi meredam tekanan ekspektasi mempertahankan gelar, Pelatih Emas SEA Games tersebut memilih memberikan beban kepada pemain secara bertahap.
Fokus awal dan target terdekat yang dicanangkan oleh tim pelatih adalah memastikan kelolosan dari babak penyisihan Grup C.
Setelah berhasil lolos grup, baru kemudian fokus beralih untuk memenangkan pertandingan di babak semifinal.
Tahapan terakhir dalam pemberian beban adalah memenangkan laga puncak atau final untuk mengamankan kembali medali emas.
"Saya sudah tekankan kepada para pemain dan juga fokus karena bagaimanapun seperti yang kita rencanakan bahwa saya memberikan beban kepada pemain itu yaitu bertahap. Yang jelas kita lolos grup dahulu," kata Indra, yang pernah membawa Indonesia juara di ajang yang sama.
"Oleh sebab itu pertandingan besok adalah sangat menentukan bagi kita untuk kita bisa melangkah lebih lanjut," tutupnya, menegaskan pentingnya kemenangan atas Filipina.
Saat ini, Indonesia menempati posisi kedua di Grup C tanpa poin, tertinggal tiga poin dari Filipina yang berada di puncak klasemen dengan satu kemenangan.
Baca Juga: Indra Sjafri Sebut Pengalaman di Piala AFF U-23 Jadi Kunci Timnas Indonesia U-22 Hadapi Filipina
Dengan skema empat tim yang melaju ke semifinal (tiga juara grup dan satu runner-up terbaik), kemenangan perdana menjadi sangat vital bagi Timnas U-22 Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel