-
Ciro Alves resmi ajukan naturalisasi WNI bukan untuk Timnas.
-
Prosesnya jalur biasa sesuai UU, memakan waktu lebih lama.
-
Ciro Alves ingin majukan sepak bola dan banggakan Maluku Utara.
Asghar Saleh menjelaskan bahwa pengajuan Ciro melalui jalur biasa menunjukkan murni kemauan pribadi Ciro dan bukan inisiatif politik atau PSSI.
"Misalnya dari Kementerian Imigrasi, BIN, BNPT, dari Mabes Polri. Karena Ciro itu kita usul pewarganegaraannya melalui jalur biasa, bukan jalur khusus."
"Karena kalau jalur istimewa itu kan ada proses politiknya lewat DPR, PSSI, ada prosedur DPR baru ke presiden. Tapi, ini lewat biasa. Jadi, kita mulainya dari bawah dan karena ini murni keinginan Ciro," sambungnya.
Keputusan Ciro untuk berganti kewarganegaraan didorong oleh ikatan emosionalnya setelah enam tahun berkarier dan menetap di Indonesia.
Pemain tersebut menyampaikan bahwa ia sudah sangat mencintai negeri ini.
Selain itu, ia bertekad untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sepak bola Indonesia melalui perannya sebagai pemain profesional.
Dalam pertemuan dengan Kepala Kanwil, Ciro juga secara spesifik menyampaikan ambisinya untuk memberikan kebanggaan bagi masyarakat Maluku Utara, tempat ia kini bermain.
"Tadi ketika ditanya, dia secara spontan menjawab bahwa memang 6 tahun dia di Indonesia, dia sudah jatuh cinta banget terhadap negeri ini, kemudian dia berkomitmen untuk mendorong kemajuan sepak bola di Indonesia melalui peran dia sebagai pemain," ucapnya.
Tekadnya ini menjadi bagian dari upayanya untuk membalas kebaikan dan dukungan yang ia terima selama berada di sana.
Baca Juga: FAM Resmi Ajukan Banding ke CAS Terkait Sanksi FIFA untuk 7 Pemain Naturalisasi
"Yang penting karena dia ada di Maluku Utara, dia ingin menjadi bagian dari upaya untuk membanggakan Maluku Utara, membahagiakan masyarakat di sini lewat permainan sepak bola. Itu yang dia sampaikan langsung secara terbuka di hadapan Pak Kakanwil tadi," pungkasnya.
Komitmen Ciro Alves untuk menempuh proses naturalisasi normal menegaskan keseriusannya untuk menjadi bagian dari Indonesia, bukan hanya karena alasan sepak bola Tim Nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Indonesia Bidik Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup, Segera Kirim Surat ke FIFA
-
Mulut Pedas Zlatan Ibrahimovic Bikin Thierry Henry Melongo saat Siaran Piala Dunia 2026
-
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Kirim Pesan Menyentuh: Allah Punya Rencana Indah
-
Iran Gugat FIFA! Protes Aturan Diskriminatif yang Rugikan Tim di Piala Dunia 2026
-
Haiti Jadi Negara Pertama yang Angkat Koper dari Piala Dunia 2026 Usai Digilas Timnas Brasil
-
Sejarah Baru! Brasil Salip Jerman Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia Usai Lumat Haiti 3-0
-
Fakta Gila Maroko vs Skotlandia: Ismael Saibari Samai Rekor Mo Salah di Piala Dunia 2026
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Ngamuk Hajar Haiti 3-0, Matheus Cunha Cetak Dua Gol
-
Gol Kilat Ismael Saibari Bawa Maroko Tundukkan Skotlandia, Selangkah Lagi Lolos ke 32 Besar
-
Pelatih Pantai Gading Peringatkan Jerman: Kami Datang untuk Menang!