- Presiden Trump dituding sebagai aktor di balik kesepakatan Piala Dunia 2026 yang membebani finansial kota tuan rumah AS.
- Kota tuan rumah AS menghadapi beban biaya operasional signifikan akibat program baru FIFA Host City Supporter.
- Pembatasan sponsor lokal oleh FIFA menghambat pemasukan tambahan kota untuk menutupi biaya logistik besar.
Suara.com - Menjelang gelaran Piala Dunia 2026, muncul tudingan keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut menjadi aktor intelektual di balik apa yang dianggap sebagai kesepakatan terburuk dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Kritikan ini mencuat setelah laporan The Independent mengungkap beban finansial besar yang kini harus ditanggung kota-kota tuan rumah di AS.
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, namun mayoritas pertandingan terselenggara di AS.
Dari total 16 kota tuan rumah, 11 di antaranya berada di wilayah Amerika. Termasuk Washington D.C., yang menjadi lokasi undian Piala Dunia yang sempat menuai kritik dari publik.
Masalah berawal dari program baru FIFA bernama Host City Supporter, yang mensyaratkan penyelenggara lokal untuk menanggung sebagian besar biaya operasional pertandingan.
Sebagai kompensasi, kota-kota tersebut diperbolehkan menjalin kerja sama komersial dengan mitra lokal untuk menutup biaya tersebut.
Namun, skema ini justru menciptakan masalah baru. Menurut laporan The Independent, sponsor global FIFA keberatan jika ada sponsor lokal yang dianggap memotong hak komersial mereka.
Alhasil, kota-kota penyelenggara mengalami kesulitan mendapatkan pemasukan tambahan untuk menutup biaya keamanan, transportasi, dan festival penggemar, yang totalnya bisa mencapai lebih dari 250 juta dolar per kota.
Kondisi semakin diperparah dengan fakta bahwa pemerintah kota kini melobi pemerintah federal untuk meminta dukungan dana sebesar 625 juta dolar.
Baca Juga: Donald Trump Mau 'Cawe-cawe' The Fed: Jangan Mematikan Pertumbuhan!
Namun, nominal tersebut bahkan belum cukup menutupi seluruh kebutuhan logistik Piala Dunia yang sangat besar.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Trump sudah mengamankan anggaran tersebut dalam One Big Beautiful Bill, termasuk tambahan 250 juta dolar untuk pengamanan udara dan pencegahan drone di area pertandingan.
Namun, kritikus menilai kebijakan itu justru menimbulkan jebakan finansial bagi pemerintah daerah.
Selain soal dana, perjanjian host city juga dinilai rumit.
Laporan The Athletic menyebut tiap kota hanya boleh meraih pendapatan dari festival penggemar dalam kategori yang tidak bersaing dengan sponsor FIFA.
Batasan kategori ini membuat peluang pemasukan sangat terbatas, sehingga beban finansial makin berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga