- Presiden Trump mengkritik keras The Fed karena memangkas suku bunga hanya 25 bps pada Desember 2025, menilai langkah itu tidak cukup agresif.
- Ketua The Fed Jerome Powell dikritik langsung oleh Trump, sementara FOMC memangkas suku bunga dengan hasil voting 9 banding 3.
- Trump sedang mencari pengganti Powell yang masa jabatannya berakhir Mei 2026 untuk mendorong kebijakan pemotongan suku bunga lebih dalam.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap Federal Reserve (The Fed) menyusul keputusan bank sentral tersebut memangkas suku bunga acuan.
Trump menilai pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Desember 2025 sebagai langkah yang tidak cukup agresif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Melansir Bloomberg pada Kamis (11/12/2025), Trump menyebut pemangkasan sebesar 25 bps tersebut "terlalu kecil" dan seharusnya bisa digandakan, minimal dua kali lipat.
Dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu waktu setempat, Trump juga secara terbuka mengkritik Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, dengan menyebutnya "kaku dan tak bernyawa."
“Kita perlu cara berpikir yang benar. Ketika sebuah negara sedang berkinerja baik, Anda tidak boleh membunuh pertumbuhan. Tapi itulah yang sedang mereka lakukan—membunuh pertumbuhan,” ujar Trump, menegaskan kekecewaannya terhadap kebijakan moneter The Fed.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (10/12) memutuskan dengan suara 9 banding 3 untuk menurunkan suku bunga acuan federal funds rate ke kisaran 3,5%—3,75%.
Keputusan ini menjadi yang pertama sejak 2019 di mana tiga pejabat menyatakan dissent (menolak) dalam satu kebijakan moneter, menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang signifikan di tubuh The Fed.
Selain itu, The Fed juga merevisi redaksi pernyataan resminya, mengindikasikan semakin besarnya ketidakpastian terkait waktu pemangkasan suku bunga berikutnya.
Dalam masa jabatan keduanya, Trump semakin terbuka menunjukkan keinginannya untuk mengendalikan arah kebijakan bank sentral.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Telepon Donald Trump, Hubungan Dua Tokoh Dunia Ini Jadi Sorotan
Ia secara rutin mengungkapkan kekecewaan karena The Fed, di bawah kepemimpinan Powell, dinilai tidak cukup agresif dalam memangkas biaya pinjaman.
Kini, Trump tengah mencari sosok baru untuk memimpin bank sentral AS, dengan harapan figur tersebut bersedia mendorong penurunan suku bunga lebih dalam.
Proses pencarian tersebut dikabarkan telah memasuki tahap akhir. "Kami melihat beberapa kandidat, dan saya sudah punya gambaran cukup jelas siapa yang saya inginkan,” kata Trump.
Direktur National Economic Council Kevin Hassett disebut-sebut sebagai kandidat terkuat. Namun, proses seleksi yang dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent turut memasukkan nama-nama lain seperti Gubernur The Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, serta Kepala Investasi BlackRock Rick Rieder.
Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed dijadwalkan berakhir pada Mei 2026. Meskipun Trump menyatakan akan segera mengumumkan pilihannya, ia membuka kemungkinan pengumuman tersebut mundur hingga awal 2026.
Isu independensi bank sentral kembali memanas ketika dalam sebuah rapat umum pada Selasa (9/12/2025), Trump menyatakan kemungkinan memecat para gubernur The Fed yang diangkat oleh mantan Presiden Joe Biden, jika surat pengangkatan mereka ditandatangani menggunakan autopen.
Namun, skenario pemecatan ini diperkirakan sulit terjadi mengingat proses pengangkatan yang telah disetujui Senat memiliki landasan hukum yang kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal