-
Timnas U-22 Indonesia dominan atas Myanmar di SEA Games.
-
Indonesia unggul 8 kali menang dari 11 pertemuan sejak 1979.
-
Duel 2025 adalah penentu lolos fase grup krusial bagi Garuda Muda.
Suara.com - Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi Myanmar dalam pertandingan krusial penutup fase grup SEA Games 2025.
Pertemuan ini menjadi sangat penting karena akan menentukan langkah Garuda Muda menuju babak selanjutnya di ajang bergengsi Asia Tenggara.
Sejak berpartisipasi pada SEA Games tahun 1977, skuad Merah Putih tercatat telah bertanding sebanyak sebelas kali melawan tim berjuluk The Chinthe atau Singa Burma.
Dari sejarah pertemuan kedua negara, Indonesia mencatatkan hasil yang beragam, mulai dari kemenangan meyakinkan hingga kekalahan yang menyakitkan.
Berdasarkan data sejarah, duel pertama Timnas Indonesia U-22 melawan Myanmar di SEA Games terjadi pada tahun 1979.
Kala itu, Indonesia berhasil unggul 2-1 atas Myanmar berkat kontribusi gol dari Risdianto dan Iswadi Idris.
Empat tahun setelah pertemuan perdana tersebut, tepatnya pada 1983, kedua tim kembali bertemu dan Indonesia menang dengan skor serupa 2-1 melalui gol Riono Asnan dan Joko Malis.
Pencapaian bersejarah Indonesia meraih medali emas sepak bola SEA Games 1987 juga diwarnai kemenangan atas Myanmar pada babak semifinal.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia sukses membungkam Myanmar 4-1.
Baca Juga: Dua Emas dari Kolam Renang! Donovan Yusuf dan Masniari Wolf Angkat Perolehan Medali Indonesia
Empat gol kemenangan Indonesia disumbangkan oleh Rully Nere, Herry Kiswanto, Ricky Yacobi, dan Robby Darwis yang memastikan tiket final.
Setelah semifinal SEA Games 1987, Indonesia dan Myanmar baru kembali berhadapan dalam fase grup SEA Games 2005.
Pertemuan kembali terjadi dengan hasil imbang 0-0, sebuah skor yang juga terulang saat kedua kesebelasan bersua pada SEA Games 2007.
Indonesia harus menerima kekalahan pertama dari Myanmar dalam sejarah SEA Games yang terjadi pada edisi tahun 2009.
Saat itu, Timnas Indonesia U-22, diperkuat Tony Sucipto dan rekan-rekan, harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-3.
Stevie Bonsapia menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang berhasil mencetak gol ke gawang Myanmar, namun kekalahan ini membuat Indonesia menjadi juru kunci grup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi