- Bek kiri Timnas Indonesia U-22, Geypens, absen SEA Games 2025 demi menjaga perkembangan karier di FC Emmen.
- Keputusan Geypens terbukti positif; ia tampil pada kemenangan 4-1 FC Emmen atas Helmond Sport pada 13 Desember 2025.
- Geypens telah bermain 18 kali musim ini, membantu FC Emmen naik ke peringkat sepuluh klasemen Eerste Divisie.
Suara.com - Keputusan Tim Geypens untuk absen membela Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 tampaknya membuahkan hasil positif bagi perkembangan karier klubnya.
Bek kiri berusia 20 tahun tersebut terus menunjukkan eksistensinya bersama FC Emmen di kompetisi kasta kedua Liga Belanda, Eerste Divisie.
Sebelumnya, nama Geypens sempat masuk dalam radar panggilan skuad Garuda Muda untuk ajang multicabang di Thailand tersebut.
Namun, ia memilih untuk tetap bertahan di Belanda demi menjaga ritme permainan dan kesinambungan karier profesionalnya di level Eropa.
Pihak manajemen FC Emmen pun telah mengonfirmasi bahwa sang pemain tetap menjadi bagian vital dari skuad di tengah agenda tim nasional.
Langkah strategis ini terbukti tepat saat FC Emmen menjamu Helmond Sport di Stadion De Oude Meerdijk pada pekan ke-20, Sabtu (13/12/2025).
Dalam pesta kemenangan telak 4-1 tersebut, Geypens turut ambil bagian setelah mendapatkan kepercayaan dari pelatih di babak kedua.
Ia masuk ke lapangan pada menit ke-81 menggantikan Djenahro Nunumete untuk mengawal sisi kiri pertahanan hingga peluit akhir dibunyikan.
Kontribusi dan menit bermain ini sangat krusial bagi Geypens untuk terus mematangkan kemampuannya di level kompetitif yang ketat.
Baca Juga: SEA Games 2025: Tetap Saja Gagal meski Target Turun, Cara Unik Semesta Permalukan Federasi
Kemenangan ini sekaligus mendongkrak posisi FC Emmen ke peringkat ke-10 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin.
Posisi mereka kini menempel ketat Willem II, klub yang diperkuat pemain Timnas Indonesia lainnya, Nathan Tjoe-A-On, dengan selisih hanya satu poin.
Secara statistik individu, Geypens telah mencatatkan rekor impresif dengan 18 penampilan dan total 880 menit bermain sepanjang musim ini.
Konsistensi ini menjaga asa FC Emmen untuk menembus zona play-off promosi agar bisa kembali berlaga di Eredivisie musim depan.
Nasib mujur Geypens di klub berbanding terbalik dengan Timnas Indonesia U-22 yang harus menelan pil pahit tersingkir lebih awal dari SEA Games 2025.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Pengakuan Pemain Berdarah Medan: Berpeluang Bela 3 Negara, Timnas Indonesia Cukup Tertarik
-
Tak Ikut Arus ke Super League, 9 Pemain Timnas Indonesia Ini Masih Bertahan di Liga Top Eropa
-
Pemain Rp86,91 Miliar Berpotensi Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
John Herdman Belum Debut, 2 Negara Sudah Antre Ingin Uji Coba Lawan Timnas Indonesia
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan