-
John Herdman menjadi kandidat terkuat pelatih Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert yang gagal.
-
Status bebas kontrak membuat John Herdman lebih masuk akal secara finansial bagi PSSI.
-
PSSI akan segera mengumumkan pelatih baru setelah rapat Exco pasca gelaran SEA Games.
Kegagalan melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 menjadi latar belakang utama pergantian nahkoda di tubuh Garuda.
Laporan dari media Honduras, Diez, memperkuat rumor bahwa Herdman memang sedang menjalin komunikasi intens dengan Indonesia.
Pelatih asal Inggris tersebut kabarnya sempat dilirik oleh Timnas Honduras untuk menggantikan posisi Reinaldo Rueda di sana.
Namun, Herdman justru disebut-sebut menepis tawaran tersebut demi mendapatkan tantangan baru bersama Skuad Merah Putih Indonesia.
Langkah ini menunjukkan daya tarik sepak bola Indonesia mulai diakui secara luas oleh pelatih level internasional.
Anggota Exco PSSI, Endri Erawan, mengonfirmasi bahwa sudah ada dua nama terkuat yang masuk dalam radar final.
Kedua kandidat tersebut didapatkan setelah perwakilan federasi melakukan serangkaian sesi wawancara langsung di wilayah Benua Eropa.
Proses selanjutnya akan melibatkan diskusi mendalam bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam rapat resmi Exco.
Keputusan final dijadwalkan akan diambil segera setelah perhelatan SEA Games 2025 di Thailand resmi berakhir nantinya.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Tidak Gagal Sendiri di SEA Games 2025, Daftar Cabor Tak Bawa Medali
Federasi berkomitmen untuk mempublikasikan identitas pelatih baru pada akhir bulan ini atau setidaknya bulan depan.
Bung Harpa sangat mengapresiasi langkah sistematis yang diambil oleh PSSI dalam menyaring kandidat juru taktik baru.
"Karena prosesnya juga setahu saya juga melalui proses yang cukup prosedural, sama seperti dulu ketika memilih Shin Tae-yong dibandingkan Luis Milla. Dikasih tau spesifikasinya ke Dirtek. Dirtek mengerucutkan, wawancara. Lalu dua, nanti Exco akan memilih. Kita berharap prosedur ini tetap dilaksanakan. Bukan one man show," kata Harpa.
Keterlibatan Direktur Teknik dalam membedah spesifikasi pelatih dianggap sebagai langkah profesional untuk kemajuan sepak bola nasional.
Prosedur yang transparan diharapkan mampu melahirkan keputusan yang objektif dan sesuai dengan target jangka panjang tim.
Publik diminta untuk memberikan kepercayaan penuh kepada proses yang sedang berjalan di internal federasi sepak bola.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Persija Jakarta Matangkan Taktik di Bojongsari Jelang Duel Panas Kontra Arema FC
-
Lupakan Jay Idzes, Juventus Resmi Umumkan Kedatangan Bek Swedia Emil Holm
-
Winger Keturunan AS Bisa Main di 3 Negara: Saya Sudah Komunikasi dengan Indonesia
-
Gelontorkan Rp1,07 Triliun, Rekan Haaland Jadi Pembelian Termahal Crystal Palace dalam Sejarah
-
Jadwal Indonesia vs Vietnam Malam Ini, Semifinal Piala Asia Futsal 2026
-
Harga Tiket Timnas Indonesia U-17 vs China Cuma Rp50 Ribu, Ini Cara Dapatkannya
-
Dikabarkan Mogok Main, Cristiano Ronaldo Berpotensi Reuni dengan Lionel Messi di MLS
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Debut Potensial Maarten Paes di Ajax Amsterdam
-
Deretan Fakta Menarik Nomor Maarten Paes di Ajax: Pernah Dipakai Pemain Keturunan Ambon
-
Alasan Luke Vickery Winger Tajam Klub Australia Mau Bela Timnas Indonesia