-
Inter Milan gagal meraih gelar Piala Super Italia 2025 setelah kalah dari Bologna.
-
Pelatih Cristian Chivu tidak menyesali kekalahan dan membela performa maksimal para pemainnya.
-
Bologna melaju ke final menghadapi Napoli setelah memenangkan drama adu penalti di Riyadh.
Suara.com - Kegagalan menyakitkan harus diterima oleh skuat Inter Milan dalam perebutan trofi bergengsi di Arab Saudi.
Langkah Nerazzurri terhenti secara dramatis saat menghadapi Bologna pada turnamen Piala Super Italia 2025 kemarin.
Stadion Al-Awwal Park di Riyadh menjadi saksi bisu kekalahan tim asuhan Cristian Chivu tersebut.
Pertandingan yang berlangsung sengit sejak awal laga ini berakhir dengan skor imbang di waktu normal.
Hasil tersebut memaksa kedua tim menentukan nasib mereka melalui drama adu penalti yang menegangkan.
Meski meraih hasil negatif, Cristian Chivu selaku pelatih kepala memberikan pembelaan terhadap performa pemainnya.
Chivu menegaskan bahwa dirinya tidak merasakan kekecewaan mendalam terhadap perjuangan para penggawa Inter Milan.
Beliau justru memberikan apresiasi atas kerja keras yang ditunjukkan oleh timnya sepanjang pertandingan berlangsung.
"Saya tidak mempunyai penyesalan dan keluhan kepada siapa pun. Kami hanya harus terus maju," ujar Chivu.
Baca Juga: Napoli vs AC Milan Panas, Conte Teriak-teriak, Allegri Sulut Emosi Staf Pelatih Partenopei
Sang pelatih asal Rumania tersebut merasa anak asuhnya telah menunjukkan kualitas permainan yang cukup solid.
Inter Milan sebenarnya mampu unggul lebih dulu lewat aksi cepat Marcus Thuram pada menit kedua.
Namun keunggulan tersebut sirna setelah Riccardo Orsolini mencetak gol balasan lewat titik putih penalti.
Dominasi Inter Milan mulai terlihat jelas saat memasuki babak kedua setelah jeda turun minum.
Sayangnya kontrol permainan yang baik belum cukup untuk mengunci kemenangan dalam waktu reguler sembilan puluh menit.
Chivu menganggap fase adu penalti yang menentukan hasil akhir hanyalah sebuah faktor keberuntungan semata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey