- John Herdman menjadi kandidat terkuat suksesor Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia yang diminati PSSI.
- Rekam jejak terbesarnya adalah membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar setelah penantian panjang.
- Pengamat menilai Herdman cocok karena punya pengalaman mengelola banyak pemain diaspora seperti di skuad Garuda saat ini.
Suara.com - Teka-teki mengenai siapa suksesor Patrick Kluivert di kursi pelatih Timnas Indonesia semakin mengerucut pada satu nama: John Herdman.
Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun tersebut kini santer disebut sebagai kandidat terkuat yang akan ditunjuk PSSI untuk memimpin era baru Skuad Garuda.
Di tengah persaingan ketat dengan federasi sepak bola Jamaika dan Honduras yang juga meminatinya, Indonesia dikabarkan menjadi pihak yang paling serius melakukan pendekatan.
Namun, pertanyaan besar pun muncul di benak publik sepak bola Tanah Air: Apakah John Herdman benar-benar sosok yang mampu mengangkat prestasi Timnas Indonesia?
Rekam jejak Herdman sejatinya cukup mentereng. Prestasi terbesarnya adalah mencetak sejarah dengan membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar setelah penantian panjang.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa ia memiliki kapasitas untuk membangun tim yang kompetitif di level internasional.
Kendati demikian, keraguan tetap menyelimuti sebagian pihak. Catatan buruk Kanada yang gagal meraih satu pun poin di fase grup Piala Dunia 2022 menjadi sorotan tajam.
Skeptisisme ini dianggap wajar mengingat tingginya ekspektasi masyarakat Indonesia yang merindukan prestasi nyata, bukan sekadar partisipasi.
Menanggapi hal ini, pengamat sepak bola Ronny Pangemanan atau akrab disapa Bung Ropan, justru melihat adanya kesamaan pola yang menarik antara Timnas Kanada di era Herdman dengan kondisi Timnas Indonesia saat ini.
Baca Juga: Rapor Dean James Usai Bawa Go Ahead Eagles Naik Peringkat di Klasemen Eredivisie
Kedua tim sama-sama diperkuat oleh banyak pemain diaspora yang berkarier di kompetisi elite luar negeri.
Di skuad Garuda saat ini, nama-nama beken seperti Jay Idzes, Emil Audero, hingga Kevin Diks menjadi aset berharga yang membutuhkan sentuhan tangan dingin pelatih berkelas.
Dengan pengalaman Herdman mengelola talenta-talenta Eropa di skuad Kanada seperti Alphonso Davies dan Jonathan David, ia dinilai memiliki know-how yang tepat untuk meracik potensi pemain keturunan Indonesia menjadi kekuatan yang solid.
Jika resmi ditunjuk, ujian sesungguhnya bagi Herdman diprediksi akan tersaji pada ajang FIFA Series 2026 mendatang.
Turnamen tersebut akan menjadi tolok ukur awal apakah filosofi permainannya cocok dengan karakter sepak bola Asia dan mampu menjawab tantangan berat yang menanti.
Kini, publik hanya bisa menunggu apakah PSSI benar-benar akan berjudi pada pengalaman Piala Dunia milik Herdman atau mencari opsi lain.
Satu hal yang pasti, Timnas Indonesia membutuhkan nakhoda yang tidak hanya punya nama besar, tetapi juga visi jangka panjang yang jelas.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Ijazah atau Skill? Memaknai Ulang Kemerdekaan Pendidikan bagi Gen Z
-
Niat Bantu Teman, Motor Buruh di Bandar Lampung Malah Jadi Jaminan Utang
-
Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini
-
Polisi Malaysia Periksa Petugas AVSEC Soal Penyelundupan Narkoba Pilot dari KLIA ke Jakarta
-
Paris, Luka, dan Kesempatan Kedua dalam Satu Musim Panas di Paris
-
Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari
-
Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi
-
BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat