-
Real Madrid meminjamkan Endrick ke Olympique Lyonnais dengan biaya sekitar 19 miliar rupiah.
-
Lyon dilarang memiliki opsi pembelian permanen karena Endrick adalah proyek masa depan Madrid.
-
Endrick mencari menit bermain di Prancis untuk mengamankan posisi di timnas Brasil.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Eropa saat Olympique Lyonnais merampungkan proses transfer Endrick.
Penyerang berbakat asal Brasil tersebut dipastikan meninggalkan Santiago Bernabeu untuk sementara waktu menuju Prancis, liga yang menjadi tempat bermain pemain Timnas Indonesia Calvin Verdonk di Klub Lille.
Status kepindahan pemain muda potensial ini adalah pinjaman yang berlaku hingga kompetisi musim ini berakhir.
Langkah ini diambil manajemen untuk memastikan talenta besar sang pemain tetap terasah melalui kompetisi kompetitif.
Melalui laman daring, pihak klub menyampaikan kabar gembira mengenai kedatangan amunisi baru di lini depan mereka.
“Olympique Lyonnais dengan senang hati mengumumkan telah tercapai kesepakatan dengan Real Madrid untuk mendatangkan Endrick, dengan status pinjaman dengan senilai hingga 1 juta euro (Rp19 miliar) sampai akhir musim,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Besaran biaya tersebut menjadi investasi Lyon untuk mempertajam daya gedor tim di sisa jadwal pertandingan.
Negosiasi intensif antara kedua raksasa sepak bola ini sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa pekan terakhir.
Kesepakatan tercapai setelah adanya titik temu mengenai peran sang pemain di dalam skuad utama nantinya.
Baca Juga: Hasil Piala Raja: Real Betis ke 16 Besar, Celta Vigo Tersingkir
Endrick akhirnya memilih Lyon sebagai pelabuhan sementara demi mengejar kesempatan tampil yang lebih konsisten.
Keputusan untuk hengkang didasari oleh minimnya durasi tampil yang didapatkan pemain di bawah asuhan Xabi Alonso.
Selama paruh pertama kompetisi, ia kesulitan menembus formasi inti yang dipadati oleh pemain bintang dunia.
Staf kepelatihan Real Madrid juga melihat sang pemain belum masuk dalam skema utama untuk paruh musim kedua.
Situasi tersebut membuat pihak klub merasa opsi peminjaman adalah solusi terbaik bagi perkembangan karier pemain.
Olympique Lyonnais melihat celah tersebut dan segera mengajukan proposal untuk memboyong talenta muda dari Amerika Latin itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hasil Persija vs Persib di Babak I: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Berbalik Unggul 2-1
-
Susunan Pemain Persija vs Persib: Adu Tajam Eksel Runtukahu dan Andrew Jung
-
Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia
-
Link Live Streaming Persija vs Persib: El Clasico Penentu Arah Juara Super League
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah
-
Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final
-
Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan
-
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958