-
Jay Idzes resmi jadi pemain termahal se-ASEAN dengan nilai pasar mencapai Rp197,6 miliar.
-
Performa solid bersama Sassuolo membuat AC Milan melirik Jay Idzes untuk bursa transfer mendatang.
-
Nilai pasar individu Jay Idzes kini bahkan melampaui harga total seluruh skuad timnas Malaysia.
Kedua pemain muda berbakat ini dinilai sebagai aset yang sangat berharga untuk memperkuat komposisi pertahanan tim di masa depan.
“Keduanya masih muda dan sedang berkembang, mereka merupakan investasi potensial untuk masa depan lini pertahanan Rossoneri,“ lanjutnya.
Alasan Ketertarikan Rossoneri Terhadap Jay Idzes
Kriteria yang dimiliki oleh kapten skuad Garuda ini dinilai sangat cocok dengan visi jangka panjang yang dibangun AC Milan.
Manajemen klub merah hitam tersebut memang sedang fokus mencari pemain muda yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
“Bagi Milan, Idzes dan Muharemovic mewakili profil yang sejalan dengan strategi berkelanjutan: muda, memiliki ruang untuk berkembang, dan sudah terbiasa dengan Serie A,“ jelasnya.
Seiring dengan santernya rumor kepindahan ke San Siro berita menggembirakan mengenai nilai ekonomisnya muncul ke permukaan publik.
Jay Idzes kini resmi dinobatkan sebagai pemain dengan harga pasar tertinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara saat ini.
Lonjakan Nilai Pasar Fantastis di Akhir Tahun
Baca Juga: Segera Angkat Kaki, Miliano Jonathans Jengah Dipinggirkan FC Utrecht
Prestasi ini sekaligus menggeser posisi rekan setimnya di Timnas Indonesia yang sebelumnya memegang rekor tersebut.
Berdasarkan laporan terkini per Selasa (23/12) nilai pasar pemain ini meroket tajam hingga menyentuh angka 10 juta euro.
Jika dikonversikan ke mata uang rupiah angka tersebut setara dengan jumlah yang sangat fantastis yakni Rp197,6 miliar.
Peningkatan ini tergolong sangat cepat mengingat pada bulan Juni 2025 yang lalu harganya masih berada di angka Rp148,2 miliar.
Kenaikan valuasi sebesar 2,5 juta euro ini menempatkan dirinya jauh di atas para pemain bintang ASEAN lainnya.
Dominasi Pemain Indonesia di Daftar Termahal
Posisi kedua dalam daftar pemain elite ini kini ditempati oleh Kevin Diks yang memiliki nilai Rp98 miliar.
Sementara itu posisi ketiga masih ditempati oleh penggawa Garuda lainnya yakni Mees Hilgers dengan nilai pasar Rp79 miliar.
Beberapa nama pemain dari negara tetangga seperti Chanathip Songkrasin dan Dion Cools kini tertinggal cukup jauh di belakang.
Hal yang paling mencengangkan adalah nilai pribadi Jay Idzes yang kini telah melampaui harga total satu tim nasional Malaysia.
Data Transfermarkt menunjukkan bahwa total nilai seluruh pemain di skuad Harimau Malaya hanya mencapai kisaran Rp134,7 miliar.
Prestasi individu ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas talenta sepak bola Indonesia kini semakin diakui di level internasional.
Tingginya nilai pasar ini juga mencerminkan ekspektasi besar dunia terhadap karier masa depan sang bek tengah di Eropa.
Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia diharapkan terus mengalir agar sang kapten bisa segera berseragam klub raksasa Serie A.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka