- John Herdman, yang dikaitkan dengan Timnas Indonesia, pernah melatih Jordan Henderson di akademi Sunderland usia U-11 dan U-12.
- Herdman mengamati sejak dini Henderson memiliki karakter kuat, fisik prima, dan kepribadian ceria yang menonjol.
- Henderson berevolusi dari gelandang serang menjadi gelandang *box-to-box* cerdas, memimpin Liverpool meraih Liga Inggris 2019/2020.
Suara.com - Tak banyak yang tahu, Jordan Henderson, eks kapten Liverpool saat menjuarai Liga Inggris, pernah diasuh oleh sosok yang kini santer dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Sebelum menjadi ikon Liverpool dan timnas Inggris, Henderson muda berada di bawah bimbingan Herdman saat masih menimba ilmu di akademi Sunderland.
Kala itu, Herdman baru memulai karier kepelatihannya, sementara Henderson masih berusia sangat belia.
“Saya melatih dia di kelompok usia U-11 dan U-12,” kenang Herdman dilansir dari The Globe and mail.
“Jadi melihat pencapaiannya sekarang benar-benar membawa saya kembali ke masa itu.”
Meski dikenal sebagai penggemar berat Newcastle United, Herdman mengaku tak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat melihat Henderson mengangkat trofi Liga Inggris bersama The Reds.
Sejak usia dini, Henderson sudah menunjukkan karakter kuat. “Dia sudah menonjol sejak kecil. Bukan hanya kemampuan, tapi kepribadiannya. Anak yang ceria, fisiknya kuat, dan selalu menjadi pembeda,” ujar Herdman.
Menariknya, Herdman awalnya memprediksi Henderson akan berkembang sebagai gelandang serang atau pemain nomor 10, karena naluri mencetak golnya sangat menonjol.
Namun, seiring waktu, Henderson berevolusi menjadi gelandang box-to-box dengan kecerdasan taktik tinggi.
Baca Juga: Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Tembus Jajaran 5 Bek Tengah Termahal Asia
“Yang mengejutkan saya adalah bagaimana dia menyederhanakan permainannya, tapi tetap memiliki IQ sepak bola yang luar biasa,” kata Herdman.
Henderson bergabung dengan akademi Sunderland pada usia delapan tahun dan menjalani debut profesional pada 2008.
Pada 2011, ia pindah ke Liverpool dengan nilai transfer sekitar £20 juta.
Kariernya melesat hingga dipercaya menjadi wakil kapten pada 2014, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai kapten utama menggantikan Steven Gerrard pada 2015.
Di bawah kepemimpinannya, Liverpool meraih sederet prestasi bergengsi, termasuk Liga Champions 2019, Liga Inggris 2019/2020, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super UEFA.
Henderson pun tercatat sebagai salah satu kapten Liverpool yang pernah mengangkat trofi Eropa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?