-
Permintaan tiket Piala Dunia 2026 menembus 150 juta aplikasi dalam kurun waktu 15 hari.
-
Angka pesanan membludak hingga 30 kali lipat melampaui kapasitas total stadion yang tersedia.
-
Turnamen di tiga negara Amerika Utara ini diikuti 48 tim dengan total 104 laga.
Suara.com - Antusiasme pecinta sepak bola di seluruh penjuru bumi terhadap ajang Piala Dunia 2026 kini berada pada level yang sangat luar biasa.
Fenomena ini terlihat jelas dari data terbaru yang menunjukkan angka permintaan tiket telah melampaui capaian semua edisi sebelumnya.
Lebih dari 150 juta pengajuan tiket masuk ke sistem selama tahap penjualan melalui skema Undian Acak yang sedang berlangsung.
Capaian tersebut secara otomatis menempatkan turnamen mendatang sebagai edisi dengan minat publik paling masif dalam sejarah panjang FIFA.
Masyarakat internasional masih memiliki kesempatan mengajukan permohonan hingga batas waktu penutupan pada Selasa, 13 Januari 2026 mendatang.
Tingginya angka permohonan ini terpantau sejak periode pendaftaran resmi mulai dibuka pada hari Kamis, 11 Desember 2025 lalu.
Sistem mencatat bahwa peminat yang melakukan registrasi berasal dari lebih dari 200 negara yang tersebar di berbagai benua.
Fakta menarik menunjukkan bahwa tingkat permintaan saat ini sudah melampaui ketersediaan kursi stadion hingga 30 kali lipat banyaknya.
Validitas data ini didasarkan pada verifikasi nomor kartu kredit unik yang terdaftar pada setiap satu aplikasi permohonan tiket.
Baca Juga: Ole Romeny Akhirnya Komentari Pemecatan Patrick Kluivert, Singgung Penyampaian Taktik
Perbandingan menunjukkan bahwa jumlah peminat kali ini 3,4 kali lebih besar dibanding akumulasi penonton dari 22 edisi terdahulu.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan apresiasi mendalam terhadap respons yang ditunjukkan oleh masyarakat dunia terhadap turnamen akbar tersebut.
"Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi pertunjukan terbesar dan paling inklusif di planet ini. Sudah lebih dari 150 juta tiket diminta dalam 15 hari pertama saja, menjadikan edisi ini 30 kali lipat kelebihan permintaan," kata Presiden FIFA Gianni Infantino.
Pihak penyelenggara meyakini bahwa keterlibatan tiga negara tuan rumah menjadi daya tarik utama bagi para penggemar si kulit bundar.
Gianni Infantino optimis bahwa turnamen ini akan memberikan dampak sosial dan olahraga yang sangat besar bagi kawasan Amerika Utara.
"Kita akan membuat sejarah di Amerika Utara ketika kita menyatukan dunia dalam bentuk yang belum pernah terjadi sebelumnya," tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Radja Nainggolan Menyesal Pernah Menolak Perkuat Timnas Indonesia
-
Tak Gentar Racikan Paul Munster, Persija Jakarta Bidik Kemenangan atas Bhayangkara FC
-
Jordi Amat Nikmati Peran Baru di Timnas Indoneesia Era John Herdman
-
Kondisi Terkini Mauro Zijlstra Usai Cedera Saat Bela Timnas Indonesia, Dokter Persija: Otot Robek
-
Cedera Saat Bela Timnas Indonesia, Musim Mauro Zijlstra Terancam Berakhir Lebih Cepat
-
Obrolan Kamar Dony Tri Pamungkas dan Rizky Ridho yang Bangkitkan Semangat Juang Timnas Indonesia
-
Pep Guardiola Ingin Tinggalkan Manchester City, Klub Mulai Siapkan Skenario
-
Nicky Butt Percaya Jose Mourinho Pelatih yang Cocok untuk Tangani Manchester United
-
Pengakuan Jujur Dony Tri Pamungkas Usai Bikin Pemain Bulgaria Bertubrukan di GBK
-
Infrastruktur Terburuk di Eropa, UEFA Ancam Cabut Status Tuan Rumah Italia di Piala Eropa 2032