-
Fulham bermain imbang 1-1 melawan Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris di Selhurst Park.
-
Marco Silva mengkritik keputusan medis terhadap Jorge Cuenca yang memicu gol pembuka bagi lawan.
-
Tom Cairney menjadi penyelamat lewat gol penyeimbang di menit ke-80 untuk mengamankan poin.
Suara.com - Ambisi Fulham meraih poin penuh di kandang Crystal Palace harus terganjal oleh situasi yang dianggap merugikan.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Selhurst Park pada Jumat dini hari WIB tersebut berakhir tanpa pemenang.
Skor imbang 1-1 menjadi hasil final yang harus diterima oleh kedua tim asal London tersebut.
Namun, fokus utama pasca laga justru tertuju pada proses terjadinya gol pertama milik tuan rumah.
Manajer Fulham, Marco Silva, merasa sangat kecewa dengan situasi yang menimpa lini pertahanan skuad asuhannya.
Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menyoroti momen krusial yang merugikan timnya di babak pertama pertandingan tersebut.
Silva sangat menyayangkan gawang timnya kebobolan justru ketika mereka sedang tidak dalam kekuatan pemain yang lengkap.
"Mereka mencetak gol pada momen ketika pertandingan sebenarnya sudah kami kontrol. Seharusnya kami tidak bermain dengan 10 pemain saat itu," ujar Silva dikutip dari laman resmi Fulham.
Ia merujuk pada insiden yang memaksa bek tengah Jorge Cuenca berada di pinggir lapangan saat laga berjalan.
Baca Juga: Arsenal Tantang Chelsea di Semifinal Carabao Cup, Merino Kirim Peringatan ke The Blues
Ketidakhadiran Cuenca di area kotak penalti dianggap menjadi celah besar bagi serangan yang dibangun Crystal Palace.
Petaka bagi Fulham bermula ketika Cuenca terjatuh setelah wajahnya terkena benturan lengan pemain lawan secara tidak sengaja.
Meskipun benturan tersebut tampak normal, wasit justru memberikan izin kepada tim medis untuk segera masuk ke lapangan.
Silva berpendapat bahwa kondisi bek asal Spanyol tersebut tidak memerlukan perawatan darurat yang mengharuskannya meninggalkan pertandingan sementara.
Baginya, tindakan medis yang diambil terlalu berlebihan mengingat sang pemain bisa langsung berdiri dengan kondisi yang stabil.
Kekurangan satu personil di jantung pertahanan membuat organisasi pertahanan Fulham menjadi goyah dalam sekejap mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Angkat Gelas Wine Arsene Wenger Terharu Arsenal Juara tapi Langsung Kasih Warning
-
No Deel! Arsenal Baru Juara Kini Dihantam Kontroversi Sponsor Israel
-
Roberto Mancini Masuk Kandidat Pelatih Baru Timnas Italia, tapi Antonio Conte Favorit
-
Erling Haaland Minta Manchester City Bangkit Usai Gagal Juara Liga Inggris
-
Dipanggil ke Skuad Piala Dunia 2026, Neymar Harus Patuhi 3 Tuntutan dari Carlo Ancelotti
-
Arsenal Juara, 3 Pemain Ini Justru Terancam Tak Dapat Medali
-
Hitung-hitungan Persis Solo atau Madura United yang Bakal Degradasi
-
Rute Konvoi Pesta Persib Bandung Juara Super League 2026, Mulai dari Sini
-
Persib Siapkan Rute Konvoi Juara Super League: Susuri Landmark Bersejarah Bandung
-
Media Italia Soroti Lini Belakang Sassuolo Rapuh Saat Jay Idzes Absen