- Kendal Tornado FC menetapkan Stadion Sriwedari, Solo, sebagai markas utama hingga selesainya Pegadaian Championship 2025/2026.
- Gelandang Aprianto menyambut baik keputusan ini karena pengalaman promosi musim lalu terjadi di stadion yang sama.
- Tim tersebut akan menjalani tiga pertandingan kandang di Solo selama Januari, dimulai menghadapi PSS Sleman pada 5 Januari.
Suara.com - Kendal Tornado FC resmi menggunakan Stadion Sriwedari, Solo, sebagai home base hingga akhir musim Pegadaian Championship 2025/2026.
Keputusan itu mendapat sambutan antusias gelandang Aprianto. Maklum, pemain Sumbawa Barat itu punya cerita indah dengan stadion yang juga venue PON pertama tersebut.
Aprianto turut membawa Kendal Tornado FC promosi dari Liga Nusantara ke kasta kedua musim lalu, dimana saat itu juga memilih Stadion Sriwedari sebagai kandang.
"Tentu senang ya bermain di Stadion Sriwedari lagi. Semoga pengalaman dan cerita manis musim lalu bisa terbawa untuk musim sekarang," kata Aprianto, Kamis (1/1/2026).
"Semoga dengan kembalinya Kendal Tornado home basenya di Solo, rejeki dan perjalanannya seperti musim lalu," tambah dia.
Selain cerita manis, peman berusia 27 tahun itu menilai Stadion Sriwedari memiliki kualitas rumput yang sangat baik. Meskipun stadion kecil, namun rumput lapangan yang berstandar internasional membuat aliran bola tak mengalami kendala.
"Jadi tidak ada masalah dengan adaptasi. Kemarin kami juga sudah beruji coba (melawan Persiharjo Sukoharjo). Mudah-mudahan semua berjalan lancar," jelas dia.
Sesuai jadwal, ada tiga laga kandang Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari selama Januari ini. Dimulai menjamu PSS Sleman (5 Januari), lalu melawan Persipal Palu (19 Januari) dan Persiku Kudus (25 Januari).
Tim Laskar Badai Pantura terus mengatrol klasemen di posisi empat dengan 23 poin. Kendal Tornado FC juga meraih lima kemenangan dari enam pertandingan terakhir.
Baca Juga: PSMS Medan Pede Curi Poin dari Markas Persekat Tegal
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau