- John Terry terkejut atas pemecatan Enzo Maresca dari Chelsea, terjadi kurang dari enam bulan setelah ia juara Piala Dunia Antarklub.
- Maresca sukses membawa Chelsea juara Conference League dan mengamankan posisi keempat Premier League, meraih tiket Liga Champions.
- Pat Nevin berpendapat pemecatan tersebut sesuai budaya klub jika manajer mulai mengkritik atau menyinggung jajaran manajemen.
Suara.com - Legenda Chelsea, John Terry, mengaku sangat terkejut setelah The Blues mengumumkan perpisahan dengan Enzo Maresca sebagai pelatih.
Dipecatnya Maresca terasa mengejutkan karena terjadi kurang dari enam bulan setelah ia membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub.
Tak hanya itu, pelatih asal Italia tersebut juga sukses mempersembahkan trofi UEFA Conference League musim lalu serta finis di peringkat keempat Premier League, yang memastikan tiket Liga Champions.
Chelsea sebenarnya mengawali musim dengan cukup menjanjikan. Namun, performa tim menurun tajam pada Desember lalu.
The Blues hanya meraih enam poin dari enam pertandingan liga, sehingga tertinggal hingga 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal.
Selain faktor hasil di lapangan, hubungan Maresca dengan jajaran petinggi klub juga dikabarkan memburuk.
John Terry menyebut adanya ketegangan yang jelas di level manajemen, meski ia menegaskan tidak terlibat langsung dengan tim utama.
“Saya benar-benar kaget. Saya tidak melihat ini akan terjadi,” ujar Terry melalui akun TikTok miliknya seperti dilansir dari Metro.uk
“Memang terlihat ada ketegangan, tapi tetap saja ini keputusan besar dan mengejutkan.”
Baca Juga: Skandal Video Lawas Guncang Liam Rosenior Calon Kuat Pelatih Chelsea
Terry juga menyoroti faktor pengalaman Maresca. Menurutnya, baik skuad Chelsea maupun sang pelatih masih berada dalam fase belajar.
“Ini adalah pekerjaan penuh pertamanya di level tertinggi. Dia sendiri mengakui masih belajar dan terkadang membuat kesalahan,” kata Terry.
“Namun selalu ada dua sisi cerita. Ada banyak hal di balik layar yang tidak kita ketahui.”
Meski kecewa, Terry menegaskan musim Chelsea belum berakhir. Ia berharap pelatih baru nanti mampu membawa tim bangkit di Liga Champions dan Carabao Cup.
Sementara itu, mantan pemain Chelsea, Pat Nevin, justru mengaku tidak terkejut dengan pemecatan Maresca. Berbicara di BBC Radio 5 Live, Nevin menilai keputusan tersebut sejalan dengan budaya klub.
“Chelsea tidak suka jika manajer mulai mengkritik atau menyinggung manajemen,” ujar Nevin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bournemouth vs Arsenal: Prediksi Skor, Kabar Tim, dan Perkiraan Susunan Pemain
-
Liam Rosenior Buka Suara soal Isu Jadi Pelatih Chelsea Usai Kepergian Enzo Maresca
-
Prediksi Aston Villa vs Nottingham Forest: Skor dan Susunan Pemain
-
Arteta Puji Enzo Maresca Usai Tinggalkan Chelsea: Dia Melakukan Pekerjaan yang Luar Biasa
-
Resmi! Persija Jakarta Buang Satu Pemain Muda, Siapa?
-
Rating Pemain AC Milan Lawan Cagliari, Modric dan Rabiot Tampil Gemilang di Lini Tengah Rossoneri
-
Percaya Diri Tapi Tetap Waspada, Hanif Sjahbandi Ingatkan Persija Jakarta Jelang Jamuan Persijap
-
Persiapan Singkat Bukan Alasan, Persija Jakarta Siap Libas Persijap
-
Rafael Leao Akui Perlu Pertajam Insting Gol meski Baru Jadi Pahlawan Kemenangan AC Milan
-
Jadi Pahlawan Kemenangan AC Milan, Rafael Leao Malah Disebut Allegri Sering 'Tertidur' di Lapangan