- Liam Rosenior muncul sebagai kandidat terkuat pengganti Enzo Maresca di Chelsea setelah pemecatan yang terjadi baru-baru ini.
- Pelatih asal Inggris berusia 41 tahun ini saat ini memimpin Strasbourg, klub di bawah kepemilikan konsorsium BlueCo.
- Rosenior telah menorehkan 32 kemenangan dari 62 laga bersama Strasbourg sejak resmi ditunjuk pada Juli 2024.
Suara.com - Usai pemecatan Enzo Maresca oleh manajemen Chelsea, ada satu nama yang dikabarkan jadi favorit sebagai pengganti.
Dilansir dari Metro.uk, ada satu nama yang jadi calon kuat pengganti Enzo Maresca di Chelsea.
Liam Rosenior muncul sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Maresca.
Mantan pemain Premier League berusia 41 tahun itu saat ini menangani Strasbourg, klub yang berada di bawah naungan BlueCo, konsorsium pemilik Chelsea.
Pelatih asal Inggris kelahiran 9 Juli 1984 itu kini menjabat sebagai kepala pelatih klub Ligue 1 Prancis, Strasbourg, dan disebut-sebut sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.
Liam Rosenior terus mencuri perhatian publik sepak bola Eropa. Pelatih asal Inggris itu sukses membawa Le Racing tampil kompetitif di level domestik maupun Eropa.
Rosenior resmi ditunjuk sebagai pelatih Strasbourg pada 25 Juli 2024 dan telah menandatangani kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2028.
Stabilitas dan Identitas Taktik di Strasbourg
Bersama Strasbourg, Rosenior dikenal konsisten mengusung formasi favorit 3-4-2-1, meski fleksibel menyesuaikan taktik sesuai lawan.
Baca Juga: Manchester City Terpaut 4 Poin dari Arsenal, Pep Guardiola Dituntut Konsistensi
Pendekatan ini terbukti efektif, terutama dalam menghadapi tim-tim besar Ligue 1 seperti Paris Saint-Germain, Lyon, dan Marseille.
Pada musim 2024/2025, Rosenior sukses membawa Strasbourg finis di papan atas dan tampil kompetitif sepanjang musim.
Performa tersebut berlanjut di musim 2025/2026, termasuk kiprah impresif di UEFA Conference League, di mana Strasbourg mampu menaklukkan tim-tim Eropa seperti Crystal Palace, Aberdeen, dan Slovan Bratislava.
Statistik Bicara
Dari total 62 pertandingan yang telah ia jalani sebagai pelatih Strasbourg, Rosenior mencatatkan:
32 kemenangan
13 hasil imbang
17 kekalahan
Produktivitas gol: 108 gol
Kebobolan: 80 gol
Total poin: 109
Rata-rata poin per laga (PPM): 1,76
Catatan ini menegaskan efektivitas Rosenior sebagai pelatih yang mampu menyeimbangkan soliditas pertahanan dan agresivitas serangan.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Igor Tudor Datang, Pelatih Keturunan Indonesia Pergi dari Tottenham Hotspur
-
Tersandung Izin Kerja seperti Maarten Paes, Van Persie Akali Aturan Demi Raheem Sterling
-
Dianggap Punya DNA United, Pelatih Elkan Baggott Dirumorkan Bakal Gantikan Carrick di MU
-
Mohamed Salah Menuju ke Arab Saudi, Liverpool Siapkan 4 Calon Pengganti
-
Eks Winger Liverpool Ditangkap Polisi di Bandara, Terlibat Kasus Apa?
-
Targetkan Piala Dunia, John Herdman Waspadai Ekspektasi Publik Bisa Jadi Kutukan Timnas Indonesia
-
Viral Foto Carlo Ancelotti Dicium Tiga Wanita, Netizen: Definisi Menikmati Hidup di Usia Tua
-
Piala Dunia 2026: Ada 50-100 Ribu Lowongan Kerja Dibuka, Minat Daftar?
-
Nasib Tragis Rekan Baru Maarten Peas, Oleksandr Zinchenko Dipastikan Absen Sampai Akhir Musim
-
Mike Kleijn Pemain Keturunan Surabaya Anak Didik Arne Slot Cetak Prestasi di Belanda