- Rekor tak terkalahkan Sunderland dalam lima laga terakhir resmi berakhir setelah kalah telak 0-3 dari Brentford di Gtech Community Stadium.
- Brentford berhasil membongkar pertahanan kokoh Sunderland dengan mengeksploitasi kelelahan tim tamu setelah menghadapi tim besar.
- Kekalahan ini memunculkan pertanyaan apakah hasil imbang sebelumnya menciptakan rasa aman palsu bagi performa Sunderland.
Suara.com - Segala sesuatu yang indah pasti ada akhirnya. Sayangnya, bagi Sunderland, akhir dari tren positif itu datang dengan cara yang sangat brutal.
Bertandang ke Gtech Community Stadium markas Brentford, Sabtu malam, rekor tak terkalahkan (unbeaten) Sunderland di lima laga terakhir resmi putus. Tidak tanggung-tanggung, The Black Cats dipaksa menelan pil pahit kekalahan telak 0-3.
Kekalahan ini terasa seperti "tamparan keras" (reality check). Setelah sebelumnya gagah berani menahan imbang raksasa sekelas Manchester City dan Tottenham, Sunderland justru tak berkutik menghadapi sengatan "Si Lebah" (The Bees).
Tembok Kokoh Itu Akhirnya Roboh
Selama lima pekan terakhir, narasi tentang Sunderland adalah soal pertahanan besi dan kiper yang sulit ditembus. Tapi malam ini, tembok itu runtuh tak bersisa.
Brentford tampil cerdik. Mereka tahu Sunderland lelah setelah jadwal neraka melawan tim-tim Big Six. Tuan rumah bermain taktis, mengeksploitasi celah di sisi sayap yang biasanya tertutup rapat.
Tiga gol yang bersarang ke gawang Sunderland seolah menjadi akumulasi kelelahan. Robin Roefs yang biasanya tampil bak pahlawan, malam ini tak kuasa membendung gempuran tuan rumah yang bermain sangat efektif.
"Hobi Seri" yang Menipu?
Kekalahan ini memunculkan pertanyaan kritis: Apakah rekor 5 laga tanpa kalah kemarin memberikan rasa aman palsu?
Faktanya, meski tak terkalahkan di 5 laga sebelumnya, 4 di antaranya berakhir seri. Sunderland memang sulit dikalahkan, tapi juga kesulitan menang.
Malam ini, ketika pertahanan gagal bekerja sempurna dan lini depan tetap tumpul, hasilnya adalah bencana.
Baca Juga: Petaka Liverpool! Hugo Ekitike Absen Lawan Arsenal, Ini Penyebabnya
Strategi "parkir bus" dan mengandalkan serangan balik mungkin ampuh lawan City atau Spurs yang ofensif, tapi lawan Brentford yang bermain fisik dan direct, Sunderland terlihat kehabisan akal.
Lupakan dan Bangkit!
Kalah 0-3 memang menyakitkan, apalagi merusak rekor cantik yang sudah dibangun susah payah. Tapi, ini bukan kiamat.
Liga Premier adalah maraton, bukan lari sprint. Kalah satu kali setelah 5 laga solid adalah hal yang wajar bagi tim yang sedang berkembang.
Yang terpenting sekarang adalah bagaimana mental para pemain merespons kekalahan telak ini.
Apakah mereka akan terpuruk? Atau menjadikan kekalahan di London ini sebagai bensin untuk kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Hasil PSM vs Bali United: Rekor Gol Tercepat Mustafic Warnai Kemenangan Serdadu Tridatu di Parepare
-
Persija Jakarta Hadirkan Terobosan Baru, Jembatani Sepak Bola dan Literasi Investasi
-
Latihan Digeruduk The Jakmania Jelang Hadapi Persib, Persija Sambut Positif
-
Kapan Pertandingan Perdana John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Indonesia?
-
Lamine Yamal Lampaui Haaland dan Mbappe Jadi Pemain Termahal Sejagat
-
Filosofi Permainan Cepat John Herdman Bisa Mengubah Gaya Timnas Indonesia Jadi Lebih Agresif
-
Borneo FC Tumbang dari Persita, Duel Klasik Persib vs Persija Penentu Juara Paruh Musim
-
Manchester City Resmi Rekrut Antoine Semenyo Senilai Rp1,3 Triliun
-
Hasil Persita vs Borneo FC 2-0: Pendekar Cisadane Tak Tertahankan Masuk Persaingan Papan Atas
-
John Herdman Bisa Rayu Pascal Struijk Gabung Timnas Indonesia