Bola / Bola Dunia
Selasa, 24 Februari 2026 | 15:59 WIB
Prestasi ini sekaligus menandai gelar kedua Chelsea di ajang Piala Dunia Antarklub. Trofi pertama mereka diraih empat tahun silam, namun masih menggunakan format lama. (IG Chelsea)
Baca 10 detik
  • FIFA berencana memperluas Piala Dunia Antarklub menjadi 48 tim mulai tahun 2029, mengikuti pola ekspansi Piala Dunia tim nasional.
  • Ada pertimbangan agar turnamen diselenggarakan setiap dua tahun sekali, dengan Spanyol dan Maroko menjadi opsi tuan rumah.
  • Rencana ekspansi ini menuai kritik dari UEFA karena kekhawatiran peningkatan beban jadwal pertandingan yang sudah padat.

Suara.com - FIFA berencana memperluas format Piala Dunia Antarklub secara besar-besaran pada edisi berikutnya tahun 2029.

Setelah menilai turnamen edisi Amerika Serikat sebagai sukses, badan sepak bola dunia itu ingin menambah jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim, atau naik 50 persen.

Langkah ini disebut mengikuti pola ekspansi Piala Dunia tim nasional yang juga diperluas menjadi 48 peserta.

FIFA ingin menjadikan edisi 2029 sebagai momentum baru.

Bahkan, muncul wacana agar turnamen digelar di Spanyol dan Maroko sebagai uji coba menjelang Piala Dunia 2030 yang akan digelar bersama Portugal, Spanyol, dan Maroko.

Meski demikian, Amerika Serikat masih menjadi opsi kuat untuk kembali menjadi tuan rumah.

Tak hanya soal jumlah peserta, FIFA juga dikabarkan mempertimbangkan agar turnamen digelar setiap dua tahun sekali, bukan empat tahunan seperti rencana awal.

Rencana ekspansi ini mendapat tentangan dari UEFA. Federasi sepak bola Eropa itu menilai penambahan jumlah tim otomatis memperbanyak pertandingan, sementara kalender kompetisi sudah sangat padat.

Sebagai catatan, Liga Champions format baru saja menambah empat pertandingan tambahan bagi tim yang melewati babak play-off.

Baca Juga: 3 Pemain Bintang Rival Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 yang Patut Diwaspadai

Kondisi ini sebelumnya sempat dikritik mantan pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, yang menyoroti beban jadwal berlebihan bagi pemain.

Dengan kontribusi 12 wakil Eropa di edisi sebelumnya, terbanyak dibanding konfederasi lain, UEFA menjadi pihak yang paling terdampak jika jumlah peserta kembali bertambah.

Di tengah rencana ekspansi, muncul persoalan lain. Sejumlah klub dikabarkan frustrasi karena FIFA belum membayarkan dana solidaritas yang dijanjikan.

Laporan media Inggris menyebut sekitar 212 juta euro belum didistribusikan kepada federasi.

Jika dibagi rata, tiap klub kasta tertinggi di seluruh dunia seharusnya menerima sekitar 57.300 euro atau setara Rp1 miliar.

Kontributor: Adam Ali

Load More