- Chelsea secara resmi menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer baru, menandai dimulainya era kepelatihan di Stamford Bridge.
- Rosenior sejak kecil telah bercita-cita menjadi pelatih, bahkan pernah menggambar mimpinya tersebut di bangku sekolah.
- Ia menggantikan Enzo Maresca, membawa pengalaman 16 tahun bermain profesional untuk memperbaiki posisi Chelsea kedelapan.
Suara.com - Chelsea resmi memasuki era baru setelah menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer anyar.
Pelatih asal Inggris itu mengakui peran barunya di Stamford Bridge merupakan puncak perjalanan panjang yang telah ia bayangkan sejak usia sangat muda.
Dalam wawancara bersama TNT Sports, Rosenior mengungkapkan kisah unik masa kecilnya. Saat masih duduk di bangku sekolah, ia diminta menggambar cita-cita masa depan.
Alih-alih menggambar dirinya sebagai pesepak bola profesional, Rosenior justru menggambar sosok manajer sepak bola.
“Saya ini orang yang agak aneh,” ujar Rosenior sambil tersenyum. “Sejak kecil saya memang ingin menjadi pelatih. Ayah saya masih menyimpan gambar itu.”
Rosenior mengaku sudah mulai melatih tim sekolah saat berusia 11 tahun, menyusun formasi dan mengatur posisi pemain di lapangan seusai jam pelajaran.
Minatnya itu tumbuh kuat karena pengaruh sang ayah, yang merupakan mantan pemain sekaligus pelatih.
Ayah Rosenior pernah menangani Gloucester City, dan momen-momen itulah yang membentuk pemahamannya tentang sepak bola.
Ia kerap membantu menyusun skema bola mati, mengikuti rapat tim, hingga ikut dalam perjalanan tandang.
Baca Juga: Mike Maignan Setuju Perpanjang Kontrak, Chelsea Gigit Jari
“Sepak bola itu ada dalam darah saya. Semuanya dimulai ketika ayah saya bermain untuk West Ham. Saya masih berusia empat tahun, berada di Upton Park, mencium aroma minyak hangat sebelum pertandingan. Sejak saat itu, saya tahu inilah yang ingin saya jalani,” kenangnya.
Sebelum menjadi pelatih, Rosenior menjalani karier profesional selama 16 tahun sebagai pemain bertahan.
Ia mencatatkan lebih dari 400 pertandingan di level profesional dan tampil 141 kali di Premier League bersama klub-klub seperti Fulham, Hull City, Brighton & Hove Albion, dan Reading.
Pengalaman panjang tersebut kini menjadi modal utama Rosenior dalam menangani skuad Chelsea yang tengah mencari konsistensi.
Rosenior menggantikan Enzo Maresca, yang meninggalkan Chelsea setelah 18 bulan akibat performa yang tak stabil dan hubungan yang merenggang dengan pemilik klub. Saat ini, Chelsea berada di peringkat kedelapan klasemen Premier League dan belum meraih kemenangan dalam lima laga terakhir liga.
Meski berada dalam tekanan besar, Rosenior menegaskan dirinya siap menghadapi tantangan. Ia menilai tekanan sebagai bagian istimewa dari profesi pelatih di klub besar.
“Ketika pelatih baru datang, wajar jika pemain ingin melihat sejauh mana kemampuannya. Itu normal. Tugas saya adalah membangun kepercayaan dan membuat mereka memahami tuntutan saya,” tegasnya.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Mike Maignan Setuju Perpanjang Kontrak, Chelsea Gigit Jari
-
Emmanuel Petit: Campur Tangan Bos Jadi Biang Kerok Hancurnya Chelsea
-
Tetangga Arsenal dan Chelsea Kacau Balau: Pemain Ribut dengan Fans, Pelatih Buat Ulah
-
Legenda Chelsea Serang Enzo Maresca, Disebut Warisi Hal Buruk untuk Wonderkid The Blues
-
Chelsea Diacak-acak Fulham, Liam Rosenior Warisi Masalah Terbesar dari Enzo Maresca
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
-
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
-
Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026
-
Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI
-
Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: Hakim Akui Ada Penyimpangan Prosedural
-
141 Anak dan Perempuan Dipulangkan Usai Demo 27 Agustus, Polisi: Ada yang Bawa Bensin
-
Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi