Bola / Bola Indonesia
Minggu, 11 Januari 2026 | 10:58 WIB
Ilustrasi kekerasan laga Persib vs Persija [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Laga Persib kontra Persija dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 akan digelar Minggu, 11 Januari 2026 di GBLA.
  • Rivalitas kedua tim mengakibatkan enam suporter meninggal dunia antara tahun 2012 hingga 2018.
  • Tiga Bobotoh tewas di GBK (2012), dua Jakmania tewas di Jakarta (2016), dan Haringga tewas di GBLA (2018).

Empat tahun berlalu, riak rivalitas itu kembali menelan korban.

Pada 6 November 2016, dua anggota The Jakmania meninggal akibat tindak kekerasan di Jakarta dan sekitarnya.

Tidak seperti peristiwa 2012, kejadian ini tidak berlangsung di stadion atau pada hari pertandingan langsung, tetapi dikaitkan dengan mobilisasi suporter serta eskalasi ketegangan kedua kubu.

Dua korban tersebut adalah, Gilang, 24 tahun dan Harun Al Rasyid Lestaluhu, dikenal dengan nama Ambon, 30 tahun.

Keduanya diserang oleh kelompok yang diduga terafiliasi dengan kubu rival.

Kasus Haringga Sirilla – 23 September 2018

Kasus paling disorot publik terjadi pada 23 September 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Menjelang laga Persib menghadapi Persija, seorang suporter The Jakmania bernama Haringga Sirilla (23 tahun) menjadi sasaran pengeroyokan brutal oleh oknum suporter.

Aksi kekerasan terekam dalam video amatir dan tersebar luas di media sosial. Publik terkejut bukan hanya karena kejadian fatal tersebut, tetapi karena kebrutalan yang tampak nyata dalam rekaman tersebut.

Baca Juga: Laga Persib Bandung vs Persija Dipimpin Wasit Asing, Ini Kata Bojan Hodak

Sebelum kasus Haringga, setahun sebelumnya Ricko Andrean Maulana, seorang bobotoh yang jadi korban tewas pengeroyokan karena disangka sebagai pendukung Persija, Jakmania.

Dari fakta kasus Ricko, terungkap bahwa korban saat itu mencoba melindungi seorang diduga Jakmania yang jadi sasaran pengeroyokan.

Ricko yang sudah tidak mengenakan atribut Persib, justru ikut dianggap sebagai anggota The Jak dan menjadi korban emosi oknum yang tidak bertanggung jawab.

Derbi panas El Clasico Indonesia selalu menjanjikan laga penuh emosi dan tuntutan prestise. Namun sepak bola sejatinya ruang rekreasi dan identitas budaya, bukan ajang permusuhan yang berujung pada kematian.

Load More