- John Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh Erick Thohir pada Selasa (13/1).
- Herdman menyatakan fokus utamanya adalah membawa Timnas Indonesia lolos menuju kompetisi Piala Dunia.
- Pelatih tersebut berencana memanfaatkan energi besar dari suporter Indonesia untuk mencapai target tersebut.
Suara.com - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional.
Dalam pernyataan resminya usai diperkenalkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pada Selasa (13/1), Herdman melontarkan ambisi besar yang membuat para suporter Merah Putih merinding: membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia.
Pernyataan penuh keyakinan itu disampaikan Herdman dan dikutip dari unggahan akun X @wallpassjournal.
Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa sejak resmi menukangi Timnas Indonesia, seluruh fokus dan pikirannya tertuju pada satu tujuan utama.
“Setiap hari ketika saya bangun tidur, hampir seluruh pikiran saya, selain keluarga, tertuju pada satu hal: membawa tim ini, Timnas Indonesia, lolos ke Piala Dunia,” ujar Herdman.
Tak berhenti di situ, mantan pelatih Kanada itu menegaskan bahwa target Piala Dunia bukan sekadar mimpi kosong. Ia bahkan mengaku ingin mendedikasikan hidupnya untuk momen bersejarah tersebut.
“Saya ingin hidup untuk momen ketika negara ini lolos ke Piala Dunia. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu bukan beban, melainkan hadiah,” tegasnya.
Herdman juga menaruh kepercayaan besar pada peran suporter Indonesia yang dikenal fanatik dan penuh energi.
Menurutnya, dukungan publik bisa menjadi bahan bakar utama dalam perjalanan panjang menuju pentas sepak bola tertinggi dunia.
Baca Juga: Alasan Cesar Meylan Mau Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
“Kami akan mengambil energi dari para fans untuk bisa lolos. Saya pernah mengalami hal ini bersama Kanada. Mereka menunggu 36 tahun untuk lolos ke Piala Dunia,” ungkap Herdman.
Karier Herdman dimulai dari jalur akademik dan pembinaan usia dini di Inggris, sebelum pindah ke Selandia Baru pada 2001.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Alasan Cesar Meylan Mau Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
-
Terlempar ke Pot 3, Timnas Indonesia Terancam Masuk Grup Neraka di Piala AFF 2026
-
Timnas Indonesia Butuh Banyak Pemain Top Eropa, John Herdman Mau Naturalisasi Lagi
-
Tak Kejar Gelar? John Herdman Ungkap Misi Sebenarnya di Piala AFF 2026
-
Kenapa John Herdman Tolak Honduras dan Pilih Indonesia? Singgung Soal Liga Profesional
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Tabrakan Lamborghini ke Pembatas Tol, Raheem Sterling Ditahan Polisi Diduga Pakai Narkoba
-
Muak dengan Cara Kotor Barcelona, Atletico Madrid Tawar Lamine Yamal dengan Sebungkus Kuaci
-
Main di Liga Champions Musim Depan, Como 1907 Harus Numpang di Markas Jay Idzes Cs
-
Ini Alasan Kick Off Arsenal vs PSG Digelar Lebih Awal, Ada Hubungannya dengan Indonesia
-
Jelang Bentrok Arsenal vs PSG, Pelatih Timnas Prancis Ketar-ketir, Ada Apa?
-
Pantang Terpeleset! Ini Kunci Arsenal Agar Bisa Kalahkan PSG
-
Dari 5 Ribu ke 2,3 Juta Followers dalam 48 Jam! Bek Selandia Baru Tim Payne Mendadak Viral
-
Final Liga Champions: Ini 5 Pemain Kunci Arsenal Kalahkan PSG
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986
-
Anthony Gordon Jadi Pemain Inggris ke-13 di Barcelona: Siapa yang Paling Sukses?