- Xabi Alonso mengonfirmasi perpisahannya dari Real Madrid sehari setelah kekalahan di final Piala Super Spanyol 2026.
- Alonso menyatakan terima kasih atas kehormatan memimpin klub, meskipun hasil musim ini tidak sesuai harapan dan target.
- Ia meninggalkan Madrid setelah 321 hari menjabat dengan rekor 24 kemenangan, namun statistiknya masih di bawah pelatih legendaris sebelumnya.
Suara.com - Xabi Alonso akhirnya angkat bicara setelah resmi berpisah dengan Real Madrid.
Pelatih asal Spanyol itu menyampaikan pernyataan pertamanya melalui media sosial, sehari setelah klub mengumumkan kepergiannya menyusul kekalahan Los Blancos dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026.
Dalam unggahan singkat di Instagram, Xabi Alonso memilih nada tenang dan elegan, selaras dengan gaya komunikasinya selama ini di pinggir lapangan.
Ia mengakui hasil yang diraih tidak sesuai harapan, namun tetap merasa bangga pernah memimpin klub yang juga membesarkan namanya sebagai pemain.
“Perjalanan profesional ini telah berakhir dan memang tidak berjalan seperti yang kami inginkan. Melatih Real Madrid adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar,” tulis Xabi Alonso.
“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar serta madridista atas kepercayaan dan dukungan mereka. Saya pergi dengan rasa hormat, penuh rasa syukur, dan bangga telah memberikan yang terbaik,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi respons pertama Xabi Alonso setelah Real Madrid mengumumkan pemecatannya.
Kekalahan di final Piala Super Spanyol dari rival abadi Barcelona menjadi pemicu terakhir, meski isu pergantian pelatih telah berembus selama beberapa pekan sebelumnya. Pihak klub sendiri menyebut perpisahan ini terjadi atas kesepakatan bersama.
Menariknya, Xabi Alonso tidak menunjukkan sedikit pun nada kekecewaan atau sindiran terselubung. Ia memilih fokus menyampaikan apresiasi kepada klub yang pernah ia bela dan ukir sejarah sebagai pemain. Sikap profesional ini menuai respek dari banyak pihak, termasuk suporter Real Madrid.
Baca Juga: Kylian Mbappe Jadi Sosok Antagonis, Terang-terangan Berani Lawan Perintah Xabi Alonso
Secara regulasi, Xabi Alonso tidak diperkenankan melatih klub lain di LaLiga dalam waktu dekat. Namun, ia tetap memiliki peluang untuk melanjutkan karier kepelatihannya di luar Spanyol, termasuk di kompetisi elite Eropa seperti Liga Champions.
Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid setelah menjalani 321 hari masa jabatan dengan total 34 pertandingan. Ia mencatatkan 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan.
Meski awal kepemimpinannya sangat menjanjikan dengan torehan 10 kemenangan beruntun, performa tim mulai menurun setelah kekalahan telak di derby Madrid di Stadion Metropolitano dan sejumlah momen krusial di laga besar.
Jika dibandingkan, catatan awal Xabi Alonso masih berada di bawah pencapaian pelatih-pelatih sebelumnya seperti Carlo Ancelotti, Zinedine Zidane, maupun Jose Mourinho.
Namun secara statistik, start Xabi Alonso di Real Madrid sejajar dengan awal kiprah Hansi Flick bersama Barcelona.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Masa Depan Suram, Elkan Baggott Disarankan Angkat Kaki dari Ipswich Town
-
Tonton Pesta Gol dari Tribun VIP, Bojan Hodak Bongkar Kunci Ketajaman Lini Depan Persib
-
Jelang Bela Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On Catat Rekor Menit Bermain
-
Modal Pesta Gol, Beckham Putra Optimistis Persib Tundukkan Persebaya
-
Badai Cedera Manchester United: Perkembangan Pemulihan Matthijs de Ligt Berjalan Lambat
-
Dulu Bikin Gol Cantik ke Gawang Jepang, Pemain Keturunan Ini Malah Tak Bisa Dinaturalisasi PSSI
-
Detik-detik Menegangkan Lionel Messi Tersungkur Diterjang Fans dan Sekuriti di Puerto Rico
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Jepang Dilarang Iri, Timnas Indonesia Lebih Hebat dari Raksasa Asia dalam Aspek Ini
-
Efek Maarten Paes? Ajax Suguhkan Kuliner Khas Indonesia saat Makan Siang, Ada Rendang hingga Soto