Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:32 WIB
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan. (Rahman)
Baca 10 detik
  • Persib Bandung membantah sanksi larangan transfer dari FIFA pada 30 Mei 2026 disebabkan oleh masalah tunggakan gaji pemain.
  • Manajemen menjelaskan sanksi tersebut muncul akibat masalah administratif penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain, Daisuke Sato, pada tahun 2023.
  • Persib saat ini tengah memenuhi kewajiban tersebut agar FIFA segera mencabut larangan registrasi pemain bagi klub tersebut.

Suara.com - Persib Bandung membantah informasi yang menyebut status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA disebabkan tunggakan gaji pemain.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menjelaskan sanksi tersebut berasal dari satu perkara spesifik terkait penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato pada 2023.

"Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak," kata Adhitia dalam keterangan, Sabtu (30/5/2026).

Ia mengatakan manajemen Persib telah mengetahui dan mengikuti proses terkait perkara tersebut sejak awal dan saat ini tengah menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan FIFA.

Menurut dia, setelah kewajiban tersebut dipenuhi, Persib akan melanjutkan proses administratif sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status larangan registrasi pemain dapat ditinjau dan dicabut.

Bek Persib Bandung Daisuke Sato. (ANTARA/HO-Persib Bandung)

Adhitia menegaskan Persib tetap berkomitmen menjalankan tata kelola klub secara profesional dengan memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta mematuhi regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub,” ujarnya.

Ia memastikan situasi tersebut tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub. Aktivitas operasional, persiapan tim, dan berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan sesuai target.

Menurut dia, persoalan administratif merupakan hal yang dapat terjadi dalam ekosistem sepak bola profesional dan dialami banyak klub di berbagai negara.

Baca Juga: Persib Bandung Terancam Ditinggal Pilar Utama, Federico Barba Dapat Tawaran dari Liga Yunani

“Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib,” kata dia.

[ANTARA]

Load More