- Manchester City mengalahkan Newcastle United 2-0 pada leg pertama semifinal Carabao Cup di St James' Park, Rabu dinihari WIB.
- Pep Guardiola mengkritik keras proses VAR yang terlalu lama dalam menganulir gol Antoine Semenyo, memicu kemarahan.
- Guardiola menyoroti inkonsistensi keputusan VAR, membandingkan insiden hari itu dengan keputusan kontroversial sebelumnya.
Suara.com - Manchester City selangkah lebih dekat menuju Wembley setelah menaklukkan Newcastle United 2-0 pada leg pertama semifinal Carabao Cup di St James’ Park, Rabu (14/1) dinihari WIB.
Namun kemenangan tersebut ternodai luapan amarah Pep Guardiola yang melontarkan kritik keras terhadap kinerja VAR, menyusul keputusan kontroversial yang membuat gol Antoine Semenyo dianulir usai penundaan lebih dari enam menit.
City unggul berkat gol Semenyo dan tambahan gol Rayan Cherki di masa injury time.
Meski puas dengan performa timnya, Guardiola tidak bisa menyembunyikan kekesalan akibat proses pengecekan VAR yang sangat lama, hingga akhirnya Erling Haaland dinyatakan offside dalam proses terciptanya gol kedua Semenyo.
Bahkan pelatih Newcastle, Eddie Howe, mengakui penundaan tersebut terlalu lama. Namun Guardiola melangkah lebih jauh dengan menyinggung sejumlah keputusan kontroversial lain yang sebelumnya merugikan Manchester City.
“Ini pertanyaan bagus. Saya ingin tahu mengapa di menit ke-60 laga Premier League di Newcastle saat kami kalah 2-1, ada penalti yang sangat jelas untuk Phil Foden tapi tidak dipertimbangkan sama sekali,” ujar Guardiola dilansir dari dailymail
“Setelah 20 menit ada pelanggaran luar biasa terhadap Jeremy Doku. Tapi hari ini, empat orang tidak bisa mengambil keputusan. Anehnya, gol kedua Newcastle di laga November dianggap sempurna. Selama 10 tahun saya tidak pernah curiga dan tidak pernah bicara,” lanjutnya.
Guardiola juga menyeret insiden final Piala FA, ketika kiper Crystal Palace, Dean Henderson, tidak diganjar kartu merah meski dianggap melakukan handball di luar kotak penalti.
“Saya tidak mengatakan apa pun di final Piala FA ketika Dean Henderson tidak diusir. Tidak ada kartu merah, saya diam saja. Oke, itu fine. Tapi sekarang, karena kami tidak bicara, bukan berarti semuanya benar,” tegas Guardiola.
Baca Juga: Hasil Newcastle United vs Manchester City di Piala Liga Inggris 2026, The Citizens Menang Tellak
Pelatih asal Catalan itu menilai margin keputusan VAR kali ini terlalu tipis untuk membutuhkan waktu selama itu.
Ia meyakini akan mendapat penjelasan dari otoritas wasit dalam waktu dekat.
“Marginnya sangat kecil. Frame yang dipakai sangat ketat. Tapi mengapa intervensi itu terjadi, sementara di momen-momen lain tidak? Hari ini lebih dari enam menit. Mereka pasti akan menelepon saya dan menjelaskannya,” ucapnya.
Setelah emosinya mereda, Guardiola tetap memuji performa para pemainnya, terutama Antoine Semenyo dan Bernardo Silva.
Semenyo tampil impresif meski baru bergabung, sementara Bernardo disebut sebagai sosok kunci dalam permainan City.
“Babak kedua Semenyo jauh lebih baik. Tapi Bernardo? Anda tidak bisa membayangkan betapa luar biasanya pemain seperti dia. Dia istimewa, seorang kompetitor sejati. Semua pemain tampil luar biasa,” puji Guardiola.
Berita Terkait
-
Hasil Newcastle United vs Manchester City di Piala Liga Inggris 2026, The Citizens Menang Tellak
-
Jelang Derby London vs Chelsea, Mikel Arteta Dapat Peringatan Serius
-
Bayern Munich Makin Menggila, Kompany Diingatkan Jangan Ulangi Kesalahan Pep Guardiola
-
Hasil Undian Putaran Keempat Piala FA 2025/26: Liverpool Jumpa Penakluk MU
-
Antoine Semenyo Langsung On Fire, Guardiola Dapat Potongan Puzzle yang Hilang
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia
-
Jens Raven Menangis Haru Saat Dapat Panggilan Perdana Timnas Indonesia Senior
-
Persib Bandung di Puncak, Federico Barba Tekankan Pentingnya Jaga Momentum
-
Persija Jakarta Kembali Menang, Allano Lima Makin Percaya Diri Hadapi Sisa Musim
-
Siap Tikung Persib, Borneo FC Nyatakan 7 Laga Sisa sebagai Partai Final
-
Vincent Kompany Salut Ada Pelatih Perempuan di Bundesliga, Pertama dalam Sejarah
-
Manuel Neuer Masih Bingung, Perpanjang Kontrak atau Gantung Sepatu
-
Kalah Agregat, Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Butuh Keajaiban Hadapi Bayern Munich
-
Alasan Pribadi, Javier Mascherano Mundur dari Kursi Pelatih Inter Miami
-
Cedera di Laga Liverpool vs PSG, Hugo Ekitike Terancam Absen Panjang