-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia Senior dan U-23 selama dua tahun.
-
Fokus utama Herdman adalah evaluasi kegagalan kualifikasi dan berdiskusi dengan kapten Jay Idzes.
-
Sebanyak 60 pemain telah dikontak untuk menjadi pondasi awal pembangunan kekuatan skuad Garuda.
Suara.com - Era baru sepak bola tanah air dimulai dengan kehadiran sosok juru taktik berpengalaman asal Inggris, John Herdman.
PSSI secara resmi memperkenalkan John Herdman sebagai nakhoda anyar bagi skuat Garuda di Jakarta.
Agenda perkenalan tersebut berlangsung secara formal di Hotel Mulia, Senayan, pada Selasa pagi tanggal 13 Januari.
Pelatih berusia 50 tahun ini membawa visi besar untuk membangkitkan mentalitas pemain pasca kegagalan sebelumnya.
Fokus utamanya saat ini bukanlah mengejar trofi secara instan melainkan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap tim.
Herdman merasa perlu memahami dinamika internal tim dengan berbicara langsung kepada para pemain kunci.
Sosok Jay Idzes yang menjabat sebagai kapten tim menjadi orang pertama yang masuk dalam daftar komunikasinya.
Ia ingin menggali informasi mendalam mengenai hambatan yang dirasakan pemain selama kualifikasi Piala Dunia 2026.
Langkah ini diambil agar ia bisa menemukan solusi tepat atas kekurangan taktis yang selama ini terjadi.
Baca Juga: Strategi John Herdman di AFF Cup 2026: Andalkan Pemain Diaspora yang Merumput di Liga 1
Adaptasi lingkungan dan budaya sepak bola Indonesia menjadi prioritas dalam beberapa pekan ke depan bagi Herdman.
"Di jangka pendek adalah assessment. Kami akan mengambil waktu untuk mendengar, memahami pengalaman mereka di Piala Dunia sebelumnya, lalu melihat bagaimana pengalaman taktik mereka karena Indonesia sebenarnya sudah melakukan yang baik selama 2 tahun terakhir, sudah sangat dekat," kata John Herdman saat konferensi pers.
Dirinya sangat menghargai progres yang telah dibangun oleh pelatih pendahulu selama dua tahun belakangan ini.
Oleh karena itu, ia tidak ingin merombak total tanpa melakukan observasi yang benar-benar akurat di lapangan.
Eks pelatih timnas Kanada ini percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang hanya perlu sedikit polesan.
Celah kecil yang menyebabkan kegagalan lolos ke turnamen dunia akan menjadi bahan evaluasi paling krusial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
Terkini
-
Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade
-
Usia 20-an dan Rasa Cemas soal Masa Depan: Mengupas Makna Lagu Takut
-
Debat Otonomi Daerah: Indonesia Harus Bubar jika Ingin Jadi Negara Federasi?
-
Modus Dokumen Fiktif, Eks Pegawai Bank BJB Banten dan Rekannya Jadi Tersangka Korupsi Rp8,7 Miliar
-
5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Kelebihan dan Kekurangan LG webOS Dibanding Google TV, Mana yang Lebih Bagus?
-
Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!
-
Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi
-
Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis